Lewati ke konten utama
Logo kantor

Kemenag Barito Selatan

Portal layanan digital terpadu

Baca berita

Jangan Sampai Salah Sasaran, Abdul Hadi Dorong Data Santri Dibersihkan

Pendidikan Madrasah 21 Agt 2026 3 menit baca 12
Jangan Sampai Salah Sasaran, Abdul Hadi Dorong Data Santri Dibersihkan
Foto utama: Jangan Sampai Salah Sasaran, Abdul Hadi Dorong Data Santri Dibersihkan
Dengar Berita Siap diputar

Buntok (Humas) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi santri membutuhkan data yang rapi sejak awal. Tanpa data santri yang valid, penentuan penerima manfaat hingga titik layanan makanan berisiko tidak tepat sasaran. 

Hal itu menjadi salah satu bahasan dalam Zoom Meeting Koordinasi Pendataan Pelaksanaan Program MBG pada Pesantren dan Validasi Pemutakhiran Data Madrasah dalam Pesantren yang diikuti Staf Pendidikan Islam (Pendis) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, Abdul Hadi, mewakili Kasi Pendis, Kamis (20/8/2026). 

Abdul Hadi menyebut penyelarasan data santri menjadi bagian penting agar penerima MBG tidak tercatat ganda, terutama dengan peserta didik pada sekolah umum formal. 

“Data santri harus diselaraskan agar tidak terjadi duplikasi pencatatan dengan sekolah umum formal lainnya. Data penerima manfaat harus benar-benar jelas, by name by address,” kata Abdul Hadi. 

Menurutnya, integrasi data diperlukan agar informasi santri yang menjadi sasaran program dapat terbaca secara utuh dalam sistem pendataan pendidikan. 

“Kalau datanya terintegrasi, kita bisa mengetahui siapa penerimanya dan di mana mereka berada. Ini penting supaya bantuan yang diberikan sesuai dengan data yang sebenarnya,” ujarnya. 

Selain data santri, rapat juga membahas kondisi data madrasah yang berada di lingkungan pesantren. Sebagian lembaga pendidikan belum sepenuhnya tersinkronisasi dalam basis data seperti EMIS maupun data terkait Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP). 

“Validasi data madrasah di pesantren juga perlu dilakukan. Masih ada data lembaga yang belum sepenuhnya tersinkronisasi, sehingga perlu diperbarui dan disesuaikan kembali,” tutur Abdul Hadi. 

Ia mengatakan pembaruan tersebut bukan sekadar urusan administrasi. Data madrasah dan santri menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan sasaran serta lokasi layanan MBG. 

“Pemutakhiran data akan membantu menentukan titik layanan makanan bergizi dengan lebih tepat. Kesalahan data juga bisa berdampak pada alokasi anggaran dan pemerataan penerima manfaat,” katanya. 

Rapat koordinasi secara daring tersebut diikuti unsur pimpinan dan jajaran Kementerian Agama, kantor wilayah, serta instansi terkait. Pemerintah terus memperluas cakupan layanan MBG agar dapat menjangkau santri di berbagai daerah. 

Operator pada setiap satuan pendidikan juga diminta aktif memperbarui data secara berkala, termasuk melakukan pemutakhiran setiap bulan. Langkah ini diperlukan agar data penerima manfaat tetap sesuai dengan kondisi terbaru di lapangan. 

Dengan data yang terus diperbarui, pelaksanaan MBG di lingkungan pesantren diharapkan dapat berjalan berdasarkan sasaran yang jelas, sehingga hak santri untuk memperoleh makanan bergizi tidak terhambat oleh persoalan pencatatan data.

Icon Portal Kemenag

Akses lebih cepat

Baca berita lebih nyaman dari layar utama HP

Akses layanan, tracking, berita, dan pengaduan lebih cepat dari layar utama HP.

Berita lainnya

Bagikan

Sebarkan berita ini ke kanal pilihan.

Rating pembaca

0 rating masuk.

0.0

0 rating masuk

Reaksi Cepat

Apa kesan Anda?

Sekali klik

Komentar Pembaca

Tanggapan berita

0

Belum ada komentar yang tampil.

Tinggalkan Tanggapan

Komentar dan rating

Rating

Ringkasan

Info cepat berita.

Tanggal
21 Agt 2026
Kategori
Pendidikan Madrasah
Durasi
3 menit
Unduh PDF

Publikasi

Kirim bahan berita kegiatan Anda

Pegawai dan unit kerja dapat mengirim bahan kegiatan untuk diproses Tim Humas.

Kirim berita


Terima kasih, bahan berita diterima.