Buntok (Humas) Mengenalkan keteladanan Nabi Muhammad SAW kepada anak usia dini tak cukup lewat cerita. Pesan Maulid perlu dikemas dengan cara yang dekat dengan dunia anak. RA Perwanida Buntok memilih lomba mewarnai sebagai salah satu cara.
Lomba tersebut menjadi bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M yang digelar di Masjid Agung Baiturrahman Buntok, Kamis (20/8/2026). Kegiatan dibuka Kepala Seksi Pendidikan Islam Kemenag Barsel, Zakirurahman.
Wakil Ketua I DWP Kemenag Barsel, Ny. Jamilah Ismiradi, hadir mewakili Ketua DWP Kemenag Barsel, Ny. Asy Noorhasyanah Hairil Saleh. Ia didampingi Ny. Hj. Tintin Kusumaningtyas Ahmad, Ketua Bidang Pendidikan DWP Kemenag Barsel, dan Ny. Saidah Abdul Wahid, anggota Bidang Ekonomi dan Humas.
Dikatakan, pendekatan seperti lomba membuat pesan keagamaan lebih mudah diterima anak.
“Anak-anak perlu dikenalkan dengan Rasulullah sejak dini melalui cara yang dekat dengan dunia mereka. Lomba mewarnai bisa menjadi ruang untuk berkreasi sekaligus mengenal nilai-nilai keteladanan Rasulullah,” ujar Ny.Jamilah.
Menurutnya, pendidikan karakter tidak berhenti di sekolah. Orang tua perlu melanjutkan pembiasaan di rumah agar nilai yang diperoleh anak dari kegiatan Maulid tidak hilang setelah acara selesai.
“Apa yang dikenalkan di sekolah perlu dilanjutkan di rumah. Orang tua punya peran membantu anak membiasakan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Ketua Panitia sekaligus Kepala RA Perwanida Buntok, Hj. Siti Marhamah, mengatakan lomba mewarnai dipilih karena sesuai dengan karakter anak usia dini.
“Kami ingin anak-anak mengikuti Maulid dengan suasana yang menyenangkan. Mereka bisa berkreasi, belajar berkonsentrasi dan mendapatkan pengalaman keagamaan,” ujar Hj. Siti Marhamah.
Ia juga mengapresiasi dukungan orang tua yang ikut membantu anak mengikuti kegiatan. Menurutnya, keterlibatan keluarga penting agar pembinaan yang dilakukan di sekolah mendapat penguatan di rumah.
“Dukungan orang tua sangat kami harapkan. Apa yang anak-anak dapatkan di sekolah akan lebih kuat kalau orang tua ikut mendampingi dan membiasakan nilai-nilai kebaikan di rumah,” katanya.
Secara terpisah, Ketua DWP Kemenag Barsel, Ny. Asy Noorhasyanah Hairil Saleh, turut mendorong pendidikan karakter yang melibatkan lingkungan anak.
“Pembentukan karakter membutuhkan dukungan bersama. Sekolah dan keluarga perlu memberikan contoh agar nilai yang dikenalkan kepada anak bisa menjadi kebiasaan,” ujarnya.
Lewat lomba mewarnai, anak tidak hanya diajak mengikuti peringatan Maulid. Mereka mendapat ruang untuk berkreasi sekaligus mengenal nilai keteladanan Rasulullah dengan cara yang sesuai usia mereka.
Target akhirnya sederhana: pesan Maulid tidak berhenti di kegiatan, tetapi berlanjut menjadi kebiasaan baik anak di sekolah dan di rumah.