Buntok (Humas) – Belajar mencintai Nabi Muhammad SAW tidak selalu harus dimulai dari ruang kelas. Di Masjid Agung Baiturrahman Buntok, Kamis pagi, anak-anak RA Perwanida bersama orang tua menuangkan pesan keagamaan melalui warna dan gambar dalam Lomba Mewarnai Kolaborasi Anak dan Orang Tua dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H.
Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB itu mengangkat tema “Warnai Cinta, Warnai Keimanan, Ciptakan Karya Penuh Makna”. Kepala Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, Zakirurahman, hadir sekaligus membuka kegiatan tersebut.
Menurut Zakirurahman, kegiatan mewarnai bersama tidak hanya menjadi ajang bagi anak untuk menghasilkan karya, tetapi juga ruang bagi orang tua untuk mendampingi proses belajar anak melalui kegiatan yang sederhana dan menyenangkan.
“Kegiatan seperti ini sangat baik karena anak-anak belajar mengenal nilai-nilai kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dengan cara yang dekat dengan dunia mereka, yaitu bermain, berkarya, dan didampingi orang tua,” kata Zakirurahman.
Ia berharap kegiatan peringatan Maulid Nabi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat membantu anak mengenal keteladanan Rasulullah sejak usia dini.
“Yang penting bukan hanya hasil gambarnya, tetapi nilai yang dibawa pulang anak. Mereka belajar mencintai Nabi, belajar bekerja sama dengan orang tua, sekaligus belajar percaya diri melalui karya yang dibuat sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala RA Perwanida, Hj. Siti Marhamah, mengatakan lomba tersebut sengaja melibatkan orang tua agar hubungan antara anak dan keluarga ikut terbangun melalui aktivitas bersama.
“Kami ingin anak-anak merasakan bahwa belajar agama itu bisa menyenangkan. Dengan kegiatan mewarnai ini, anak dan orang tua dapat duduk bersama, berdiskusi dan menyelesaikan karya mereka,” ujar Hj. Siti Marhamah.
Menurutnya, tema yang diangkat menjadi pesan bagi keluarga agar nilai kecintaan kepada Rasulullah tidak hanya disampaikan melalui nasihat, tetapi juga diperkenalkan melalui kegiatan yang sesuai dengan usia anak.
“Kami berharap anak-anak tidak hanya membawa pulang hasil lomba, tetapi juga membawa pengalaman tentang kebersamaan, cinta kepada Rasulullah dan keimanan yang mulai mereka kenal sejak dini,” katanya.
Kegiatan tersebut diikuti siswa-siswi RA Perwanida yang didampingi orang tua. Hadir pula para guru RA Perwanida serta ibu-ibu Dharma Wanita yang turut dipercaya menjadi juri dalam lomba mewarnai.
Melalui kegiatan itu, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di RA Perwanida diisi dengan aktivitas yang menggabungkan pendidikan keagamaan, kreativitas anak dan keterlibatan keluarga. Anak-anak tidak hanya belajar tentang keteladanan Rasulullah, tetapi juga mempraktikkan kebersamaan bersama orang tua melalui sebuah karya.