Buntok (Humas) – Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di madrasah tidak hanya membutuhkan pemahaman konsep, tetapi juga pengelolaan data dan dukungan sistem digital yang rapi. Hal itu menjadi salah satu perhatian dalam Rapat Koordinasi Penggunaan Aplikasi Sahabat KBC yang diikuti Kemenag Kabupaten Barito Selatan secara berani, Rabu (7/10/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI tersebut diikuti Yusuf Ramadhani Habibie selaku operator Pendis yang hadir mewakili Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Barsel.
Kepala Seksi Pendidikan Islam Kemenag Barsel, Zakirurahman, disela kegiatannya menyampaikan bahwa pemanfaatan aplikasi perlu dipahami oleh operator agar pelaksanaan KBC di madrasah dapat didukung dengan data pengelolaan yang baik.
“Penggunaan Sahabat KBC perlu dipahami oleh operator, karena aplikasi ini menjadi bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah,” ujar Zakirurahman.
Menurutnya, KBC mengusung pendekatan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu, tetapi juga membangun sikap dan kepedulian peserta didik melalui nilai-nilai cinta.
“Nilai-nilai dalam KBC mencakup cinta kepada Allah dan Rasul, cinta ilmu, cinta lingkungan, cinta diri dan sesama, serta cinta tanah air. Nilai-nilai tersebut perlu dipahami dan diterapkan dalam lingkungan pendidikan,” katanya.
Dari sisi teknis, Yusuf Ramadhani Habibie mengikuti rakor untuk memahami penggunaan Aplikasi Sahabat KBC, termasuk bagaimana sistem tersebut dapat digunakan dalam mendukung pelaksanaan dan pemantauan program di tingkat satuan pendidikan.
“Kami mengikuti kegiatan ini untuk memahami penggunaan Aplikasi Sahabat KBC, sehingga nantinya dapat membantu pengelolaan data dan pelaksanaan program KBC di madrasah,” kata Yusuf.
Ia menilai pemahaman operator menjadi bagian penting karena aplikasi tersebut akan berkaitan dengan pengelolaan informasi KBC di satuan pendidikan.
“Yang penting bagi operator adalah memahami alur dan penggunaan aplikasinya dengan baik, sehingga data yang dikelola dapat digunakan sesuai kebutuhan program,” ujarnya.
Rakor tersebut sekaligus menjadi ruang bagi operator untuk memperoleh pemahaman teknis mengenai Aplikasi Sahabat KBC. Dengan adanya sistem digital, pengelolaan data dan pemantauan pelaksanaan KBC di madrasah diharapkan lebih tertata dan mudah ditelusuri.
Kehadiran perwakilan Seksi Pendidikan Islam Kemenag Barsel dalam kegiatan tersebut menunjukkan kesiapan daerah mengikuti kebijakan KSKK Madrasah, khususnya dalam penerapan KBC yang mengusung nilai pendidikan humanis dan ramah anak.
Melalui pemahaman yang sama antara pengelola program dan operator, pelaksanaan KBC di tingkat madrasah diharapkan tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi dapat diterjemahkan ke dalam kegiatan pendidikan yang dekat dengan kehidupan peserta didik.