Buntok (Humas) Uji coba Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Provinsi Kalimantan Tengah mulai dilakukan. Pelaksana Tugas Harian Kepala Seksi Pendidikan Islam Norhadian mengecek langsung kesiapan teknis peserta jenjang Madrasah Aliyah (MA) di Laboratorium Komputer MAN Barito Selatan, Jumat (2/10/2026).
Plh. Kasi Pendis bersama staf datang memantau jalannya simulasi bersama Kepala MAN Barito Selatan dan panitia lokal. Pemeriksaan difokuskan pada perangkat komputer dan jaringan internet yang akan digunakan peserta.
“Kita ingin memastikan dari sisi perangkat dan jaringan sudah siap. Jangan sampai saat pelaksanaan utama ada kendala teknis yang mengganggu peserta,” kata Norhadiah.
Menurut Norhadiah, simulasi tidak hanya soal memastikan komputer bisa digunakan. Peserta juga perlu terbiasa dengan sistem pelaksanaan sebelum menghadapi kompetisi sebenarnya.
“Uji coba ini penting agar siswa tidak lagi beradaptasi dengan sistem ketika lomba dimulai. Mereka bisa lebih fokus mengerjakan soal dan menunjukkan kemampuan masing-masing,” ujarnya.
Pelaksanaan utama OMI tingkat Provinsi Kalimantan Tengah untuk jenjang MA, MTs, dan MI dijadwalkan berlangsung pada 5–6 Oktober 2026. Titik lokasi (Tilok) pelaksanaan dipusatkan di MTsN 1 Kota Palangka Raya.
Barito Selatan mengirim 33 peserta dari tiga jenjang, yakni MI, MTs, dan MA. Mereka akan berkompetisi bersama peserta dari kabupaten/kota lain di Kalimantan Tengah.
“Kita berharap 33 peserta yang dikirim Barito Selatan bisa tampil maksimal. Persiapan sudah dilakukan, sekarang tinggal menjaga kesiapan teknis dan mental mereka,” kata Norhadiah.
Kepala MAN Barito Selatan juga berharap persiapan yang dilakukan tidak berhenti pada simulasi. Pengawasan dan pendampingan akan menjadi bagian penting agar peserta dapat mengikuti kompetisi dengan kondisi yang siap.
Jika mampu melewati persaingan tingkat provinsi, para peserta Barito Selatan berpeluang melanjutkan perjuangan ke tingkat nasional.