BUNTOK (Humas) – Persiapan Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) 2026 di Kabupaten Barito Selatan mulai masuk tahap pematangan. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Barito Selatan melalui Seksi Pendidikan Islam (Pendis) menggelar koordinasi secara daring untuk memastikan data peserta dan kesiapan madrasah tidak bermasalah saat asesmen berlangsung.
Koordinasi melalui Zoom tersebut dipimpin Kepala Seksi Pendis Kemenag Barsel, Zakirurahman, dan diikuti para Kepala RA, MI, MTs, dan MA se-Barito Selatan. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah ketelitian dalam menyiapkan dan memeriksa data guru melalui EMIS GTK.
“Data EMIS ini harus benar-benar dicek. Jangan hanya melihat datanya sudah ada, tetapi pastikan juga sudah sesuai dengan kondisi guru yang sebenarnya,” kata Zakirurahman.
Menurutnya, pemeriksaan data perlu dilakukan sejak awal agar guru yang memenuhi persyaratan tidak justru terlewat dari daftar peserta AKGTK. Kesalahan atau ketidaksesuaian data administratif dapat berdampak pada proses penetapan peserta asesmen.
“Jangan sampai ada guru yang sebenarnya memenuhi syarat untuk mengikuti AKGTK, tetapi justru tidak masuk karena persoalan data,” ujarnya.
Selain urusan data, Zakirurahman meminta Kepala Madrasah ikut memantau kesiapan guru masing-masing. Persiapan tidak hanya menyangkut administrasi, tetapi juga kesiapan guru menghadapi tahapan asesmen.
“Kepala madrasah harus ikut melihat persiapan gurunya. Jangan menunggu sampai pelaksanaan baru diketahui ada yang belum siap,” katanya.
Kesiapan teknis juga menjadi perhatian. Perangkat yang digunakan peserta harus dipastikan dapat berfungsi dengan baik, sementara kondisi jaringan internet perlu diperiksa lebih awal untuk mengurangi risiko gangguan ketika asesmen berlangsung.
“Persiapan teknis juga jangan dianggap sepele. Perangkat harus siap dan jaringan jangan sampai bermasalah ketika asesmen berlangsung,” ujar Zakirurahman.
AKGTK merupakan instrumen Kementerian Agama untuk memetakan kompetensi guru dan tenaga kependidikan secara nasional. Hasil asesmen nantinya dapat menjadi salah satu bahan evaluasi internal dalam melihat kebutuhan pengembangan kompetensi dan keprofesian guru secara lebih terarah.
Melalui koordinasi tersebut, Kemenag Barsel berharap seluruh madrasah dapat memastikan data peserta, administrasi, kesiapan guru, perangkat digital, hingga jaringan internet telah diperiksa sebelum pelaksanaan AKGTK 2026.