Buntok (Humas) – Persiapan Asesmen Nasional (AN) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 mulai memasuki tahap pemantapan teknis. Perwakilan Tim Koordinasi Asesmen (TKA) Kabupaten Barito Selatan, Yusuf Ramadhani Habibie, selaku Helpdesk (HD) TKA, mengikuti Zoom Meeting Koordinasi Persiapan TKA dan Asesmen Nasional (AN) Tahun 2026, Kamis (24/9).
Koordinasi yang digelar Pusat Asesmen Pendidikan, Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tersebut membahas kesiapan daerah dalam menghadapi pelaksanaan asesmen nasional.
Bagi Habibie, koordinasi tingkat pusat menjadi bagian penting untuk memastikan petunjuk teknis yang diterima dapat dipahami dan diterapkan oleh satuan pendidikan di Barito Selatan.
“Kami mengikuti arahan dari pusat agar persiapan di daerah bisa berjalan sesuai ketentuan. Hal-hal teknis yang disampaikan akan menjadi bahan untuk kami teruskan kepada satuan pendidikan,” ujar Habibie.
Dalam pertemuan tersebut, kesiapan data peserta didik menjadi salah satu bagian yang perlu diperiksa sejak awal. Data yang valid diperlukan agar pelaksanaan asesmen berjalan sesuai dengan sasaran peserta yang telah ditetapkan.
Selain data, kesiapan sarana digital juga menjadi perhatian. Satuan pendidikan perlu memastikan perangkat yang digunakan dapat mendukung pelaksanaan asesmen, termasuk kesiapan jaringan internet dan pasokan listrik.
“Validitas data peserta dan kesiapan perangkat harus diperhatikan dari sekarang. Jangan sampai kendala teknis baru diketahui ketika pelaksanaan sudah dimulai,” kata Habibie.
Koordinasi persiapan AN 2026 mencakup sejumlah jenjang pendidikan, yakni SMA, MA, SMALB, SMK, MAK, Paket C, serta PKPPS Ulya dan sederajat.
Untuk Barito Selatan, informasi dari koordinasi tersebut akan menjadi acuan bagi Helpdesk TKA dalam membantu satuan pendidikan memahami tahapan dan kebutuhan teknis pelaksanaan asesmen.
Habibie menyebut komunikasi antara helpdesk dan satuan pendidikan perlu terus berjalan, terutama jika ditemukan persoalan terkait data, perangkat, jaringan maupun kebutuhan teknis lainnya.
“Kalau ada kendala, sebaiknya segera dikomunikasikan sehingga bisa dicari jalan keluarnya sebelum hari pelaksanaan,” tuturnya.
Pelaksanaan asesmen berskala nasional membutuhkan persiapan yang tidak hanya berkaitan dengan peserta, tetapi juga kesiapan sistem dan lingkungan pendukungnya.
Karena itu, satuan pendidikan di Barito Selatan diharapkan mulai memeriksa kebutuhan masing-masing sejak tahap persiapan.
Dengan koordinasi tersebut, informasi dari Pusat Asesmen Pendidikan dapat diteruskan kepada sekolah dan lembaga pendidikan terkait sebagai bahan persiapan menghadapi TKA dan AN Tahun 2026.
Bagi Barito Selatan, kesiapan data, perangkat, jaringan, listrik, serta pemahaman petunjuk teknis menjadi bagian yang perlu disiapkan lebih awal agar pelaksanaan asesmen di tingkat daerah dapat berlangsung lancar.