Buntok (Humas) – Persiapan Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) 2026 mulai dimatangkan di Raudhatul Athfal (RA) Perwanida. Kepala RA Perwanida, Hj. Siti Marhamah, berkoordinasi langsung dengan Kepala Seksi Pendidikan Islam (Pendis) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, Zakirurahman, di ruang Seksi Pendis, Selasa (22/9/2026).
Koordinasi tersebut membahas kesiapan guru yang akan mengikuti AKGTK, mulai dari kelengkapan data peserta hingga kebutuhan teknis menjelang pelaksanaan asesmen.
Zakirurahman menyambut baik langkah Kepala RA Perwanida yang melakukan koordinasi lebih awal. Menurutnya, persiapan sejak awal membantu satuan pendidikan memastikan kebutuhan peserta sudah diperiksa sebelum asesmen berlangsung.
“Kami menyambut baik langkah RA Perwanida yang datang berkoordinasi lebih awal. Hal-hal yang berkaitan dengan persiapan peserta bisa dibicarakan sejak sekarang, sehingga guru dapat mengikuti tahapan AKGTK sesuai ketentuan,” ujar Zakirurahman.
Selain membahas kesiapan peserta, pihak Seksi Pendis juga memberikan arahan dan petunjuk teknis terbaru terkait pelaksanaan AKGTK. Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi pegangan bagi satuan pendidikan dalam mempersiapkan guru yang akan mengikuti asesmen.
“Kami memberikan arahan dan petunjuk teknis yang diperlukan, termasuk hal-hal yang perlu diperhatikan guru sebelum mengikuti asesmen. Yang penting, data peserta dan persiapan teknis diperiksa dengan baik,” katanya.
Sementara itu, Hj. Siti Marhamah memaparkan kesiapan internal RA Perwanida. Pihaknya telah memeriksa kelengkapan data guru peserta serta berbagai kebutuhan teknis yang perlu disiapkan menjelang pelaksanaan AKGTK.
“Kami datang untuk memastikan persiapan guru, terutama kelengkapan data peserta dan kebutuhan teknis menjelang asesmen. Arahan dari Seksi Pendis menjadi bahan bagi kami untuk melengkapi hal-hal yang masih diperlukan,” ujar Siti.
Ia mengatakan RA Perwanida siap mendukung program Kementerian Agama dalam pengembangan mutu dan profesionalisme guru. Menurutnya, AKGTK dapat menjadi bagian dari proses untuk mengetahui kemampuan guru sekaligus menjadi bahan pengembangan diri dalam menjalankan tugas pendidikan.
“Kami mendukung pelaksanaan AKGTK ini dan akan mempersiapkan guru sebaik mungkin. Harapannya, seluruh peserta dapat mengikuti setiap tahapan dengan tertib dan menjadikan hasil asesmen sebagai bahan untuk terus mengembangkan kemampuan,” katanya.
Koordinasi antara RA Perwanida dan Seksi Pendis Kemenag Barsel tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi AKGTK 2026. Pembahasan difokuskan pada kesiapan administrasi dan teknis agar guru peserta memiliki informasi yang cukup sebelum mengikuti asesmen.
AKGTK sendiri menjadi salah satu instrumen untuk memetakan kompetensi guru dan tenaga kependidikan. Bagi satuan pendidikan, hasil asesmen dapat menjadi bahan untuk melihat kebutuhan pengembangan kompetensi pendidik ke depan.