Buntok (Humas) – Rencana pengembangan kompetensi guru Pendidikan Agama Katolik (PAKat) se-Barito Selatan mulai dimatangkan. Pengawas Pendidikan Agama Katolik Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, Yuberto Adil, bersama staf Mira Santika, menghadiri rapat persiapan workshop Guru PAKat se-Barsel di Aula Paroki St. Paulus Buntok.
Rapat tersebut mempertemukan unsur KKG dan MGMP PAKat untuk membahas berbagai kebutuhan teknis sebelum workshop digelar, yang direncanakan paling lambat Oktober 2026. Kegiatan ini diinisiasi Ketua KKG PAKat Erik Estrada bersama Sekretaris Sepen Kristian dan dihadiri Ketua MGMP PAKat Teresia.
Yuberto mengapresiasi kerja sama KKG dan MGMP PAKat Barito Selatan dalam menyiapkan kegiatan yang diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas guru Pendidikan Agama Katolik.
“Kehadiran kami di sini merupakan bentuk komitmen Kementerian Agama untuk mendukung setiap program yang berorientasi pada peningkatan kualitas tenaga pendidik agama Katolik di Barito Selatan,” ujar Yuberto di Buntok, Selasa (22/9/2026).
Dalam persiapan tersebut, Yuberto meminta panitia mematangkan sejumlah kebutuhan teknis, mulai dari nama atau tema kegiatan, waktu dan tanggal, teknis pelaksanaan, susunan acara, peserta yang diundang, materi hingga narasumber.
“Panitia harus mematangkan penetapan tema, penjadwalan, daftar peserta, susunan acara, hingga materi dan narasumber agar seluruh rangkaian workshop berjalan lancar,” tutur Yuberto.
Ketua KKG PAKat Barito Selatan, Erik Estrada, mengatakan dukungan Kemenag Barsel melalui pengawas Pendidikan Agama Katolik membantu KKG dan MGMP dalam mempersiapkan workshop. Menurutnya, kehadiran pengawas juga mempermudah koordinasi terkait berbagai kebutuhan kegiatan.
“Dukungan dari Kemenag Barsel sangat berarti bagi KKG dan MGMP. Dengan adanya kehadiran pengawas, koordinasi dalam persiapan kegiatan workshop nantinya menjadi lebih mudah,” kata Erik.
Ia menjelaskan, workshop tersebut nantinya ditujukan untuk pengembangan diri dan kompetensi guru Agama Katolik se-Barito Selatan. Karena itu, dukungan dan keterlibatan para guru dibutuhkan agar kegiatan dapat berjalan dengan baik.
“Workshop ini nantinya bertujuan untuk pengembangan diri dan kompetensi guru Agama Katolik se-Barsel. Dukungan dari seluruh guru tentu sangat dibutuhkan untuk kelancaran kegiatan,” ujarnya.
Workshop Guru PAKat se-Barito Selatan direncanakan terlaksana paling lambat Oktober 2026. Rapat persiapan tersebut menjadi bagian dari koordinasi awal antara KKG, MGMP dan Kemenag Barsel untuk mematangkan kebutuhan kegiatan sebelum pelaksanaan.