Lewati ke konten utama
Logo kantor

Kemenag Barito Selatan

Portal layanan digital terpadu

Baca berita

Duduk Bersama Bedah Perangkat 2026, Guru PAI Dusel Dibekali Penyusunan CP, TP dan ATP

Pendidikan Keagamaan 28 Agt 2026 2 menit baca 243
Duduk Bersama Bedah Perangkat 2026, Guru PAI Dusel Dibekali Penyusunan CP, TP dan ATP
Foto utama: Duduk Bersama Bedah Perangkat 2026, Guru PAI Dusel Dibekali Penyusunan CP, TP dan ATP
Dengar Berita Siap diputar

Buntok (Humas) Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kecamatan Dusun Selatan diminta menyesuaikan perangkat pembelajaran dengan ketentuan terbaru 2026. Penyusunan Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) menjadi fokus pembinaan dalam KKG PAI Dusun Selatan, Kamis (27/8/2026).

Pengawas Pendidikan Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, Mahmudin dan Masdub, mendampingi guru agar pembaruan perangkat pembelajaran tidak sekadar selesai secara administrasi, tetapi dapat digunakan sebagai acuan pembelajaran di kelas.

Dikatakan, penyusunan CP, TP dan ATP terbaru tahun 2026 perlu dipahami secara utuh agar guru tidak keliru menerjemahkan arah pembelajaran ke dalam perangkat ajar.

“Guru perlu memahami pembaruan CP, TP dan ATP. Jangan sampai perangkat sudah disusun, tetapi belum sesuai dengan ketentuan terbaru,” ujar Mahmudin.

Ia meminta guru memastikan setiap komponen perangkat pembelajaran saling terhubung, mulai dari capaian yang dituju hingga alur pembelajaran yang akan diterapkan.

“CP menjadi arah capaian, kemudian dijabarkan menjadi TP dan disusun dalam ATP secara sistematis. Ini yang harus dipahami sebelum diterapkan di kelas,” katanya.

Kemudian, Pengawas Pendidikan, Masdub memperjelas penyusunan CP, TP dan ATP agar guru tidak hanya memahami format, tetapi juga mampu menerapkannya secara tepat dalam pembelajaran.

“Jangan sampai kita hanya memahami bentuk dokumennya, tetapi tidak memahami hubungan antara CP, TP dan ATP. Ketiganya harus saling berkaitan dan menggambarkan arah pembelajaran yang jelas,” ujar Masdub.

Menurutnya, penyusunan perangkat pembelajaran harus dimulai dari pemahaman terhadap capaian yang ingin dicapai peserta didik. Dari sana, guru merumuskan tujuan pembelajaran dan menyusunnya dalam alur yang logis.

“Kalau CP-nya belum dipahami, TP bisa keliru. Kalau TP-nya tidak jelas, ATP-nya juga akan bermasalah. Karena itu, penyusunannya tidak bisa dilakukan asal salin atau sekadar mengikuti contoh,” jelasnya.

Masdub juga mengingatkan agar perangkat pembelajaran tidak berhenti sebagai dokumen administrasi.

“Perangkat pembelajaran harus membantu guru mengajar. Jadi ketika masuk kelas, guru tahu kemampuan apa yang harus dicapai peserta didik dan bagaimana tahapan untuk mencapainya,” katanya.

Pembinaan ini diharapkan membuat Guru PAI lebih siap menggunakan perangkat pembelajaran terbaru 2026. Dampaknya, CP, TP dan ATP tidak hanya menjadi kelengkapan administrasi, tetapi benar-benar menjadi pijakan untuk membuat pembelajaran PAI lebih terarah dan sesuai kebutuhan peserta didik.

Icon Portal Kemenag

Akses lebih cepat

Baca berita lebih nyaman dari layar utama HP

Akses layanan, tracking, berita, dan pengaduan lebih cepat dari layar utama HP.

Berita lainnya

Bagikan

Sebarkan berita ini ke kanal pilihan.

Rating pembaca

0 rating masuk.

0.0

0 rating masuk

Reaksi Cepat

Apa kesan Anda?

Sekali klik

Komentar Pembaca

Tanggapan berita

0

Belum ada komentar yang tampil.

Tinggalkan Tanggapan

Komentar dan rating

Rating

Ringkasan

Info cepat berita.

Tanggal
28 Agt 2026
Kategori
Pendidikan Keagamaan
Durasi
2 menit
Unduh PDF

Publikasi

Kirim bahan berita kegiatan Anda

Pegawai dan unit kerja dapat mengirim bahan kegiatan untuk diproses Tim Humas.

Kirim berita


Terima kasih, bahan berita diterima.