Buntok (Humas) – Kesehatan siswa menjadi bagian penting dalam mendukung proses belajar di madrasah. Hal itu menjadi perhatian Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan saat mengikuti Rapat Koordinasi Implementasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Aksi Bergizi di Madrasah secara virtual melalui Zoom Meeting, Kamis (10/9/2026).
Mewakili Kepala Seksi Pendidikan Islam (Kasi Pendis) Kemenag Barsel, Yusuf Ramadhani Habibie mengikuti rakor yang digelar Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.
Yusuf menilai pembahasan mengenai CKG dan Aksi Bergizi penting bagi madrasah karena kesehatan peserta didik berkaitan langsung dengan kesiapan mereka mengikuti pembelajaran.
“Program CKG dan Aksi Bergizi perlu dipahami madrasah sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan peserta didik. Bukan hanya pemeriksaannya, tetapi juga bagaimana hasilnya dapat menjadi perhatian untuk menentukan tindak lanjut yang dibutuhkan siswa,” ujar Yusuf.
Ia juga menyebut pengelolaan data kesehatan menjadi bagian yang tidak kalah penting. Data yang tersusun dengan baik dapat membantu madrasah mengetahui kondisi peserta didik dan menjadi bahan dalam menentukan langkah berikutnya.
“Madrasah perlu memiliki pemahaman yang baik terhadap kondisi kesehatan siswanya. Karena itu, data kesehatan, hasil pemeriksaan, dan pelaksanaan Aksi Bergizi perlu diperhatikan agar program yang dijalankan benar-benar memberi manfaat bagi anak-anak di madrasah,” katanya.
Rakor dibuka Direktur KSKK Madrasah, Prof. Dr. H. Nyanyu Khodijah, S.Ag., M.Si. Dalam arahannya, ia menyampaikan bahwa kesehatan fisik dan kecukupan gizi peserta didik perlu mendapat perhatian bersama dalam lingkungan pendidikan.
Materi pertama mengenai Program 1 Data melalui Dashboard Stratifikasi UKSM Kemenkes disampaikan Katimker Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Nur Fatayani, MKM. Materi tersebut membahas penggunaan satu sistem data untuk membantu menggambarkan kondisi kesehatan sekolah dan madrasah.
Selanjutnya, Katimker Kesehatan Anak Usia Dini dan Remaja Kementerian Kesehatan RI, Weni Kusuma Ningrum, MKM, memaparkan implementasi Program CKG Sekolah, termasuk kebijakan, pelaksanaan, data, serta berbagai kendala yang dapat ditemui dalam penerapannya di madrasah.
Sementara itu, Nutrition Specialist UNICEF, Airin Roshita, Ph.D., membahas Aksi Bergizi di Madrasah. Materi tersebut menguraikan pentingnya pola makan sehat dan pembiasaan perilaku bergizi bagi peserta didik, terutama sebagai bagian dari upaya mencegah anemia dan persoalan gizi pada remaja.
Keikutsertaan Kemenag Barsel dalam rakor tersebut menjadi bahan untuk mendukung pelaksanaan program kesehatan di lingkungan madrasah. CKG, pengelolaan data kesehatan, dan Aksi Bergizi diharapkan dapat diterapkan dengan memperhatikan kebutuhan peserta didik di masing-masing madrasah.
Dengan perhatian terhadap kesehatan dan gizi, madrasah tidak hanya menjadi tempat siswa memperoleh pengetahuan, tetapi juga lingkungan yang mendukung mereka tumbuh sehat dan siap belajar.