Lewati ke konten utama
Logo kantor

Kemenag Barito Selatan

Portal layanan digital terpadu

Baca berita

Komunikasi Jadi Bekal Membangun Rumah Tangga, Agustina: Konflik Rumah Tangga Bukan Berarti Kasih Berakhir

Umum 07 Okt 2026 2 menit baca 12
Komunikasi Jadi Bekal Membangun Rumah Tangga, Agustina: Konflik Rumah Tangga Bukan Berarti Kasih Berakhir
Foto utama: Komunikasi Jadi Bekal Membangun Rumah Tangga, Agustina: Konflik Rumah Tangga Bukan Berarti Kasih Berakhir
Dengar Berita Siap diputar

Buntok (Humas) – Sebelum memasuki kehidupan pernikahan, pasangan calon pengantin Jery Sumantri dan Elsa Mandira mendapat bekal tentang cara menjaga komunikasi dan menghadapi konflik dalam rumah tangga. Bimbingan diberikan Penyuluh Agama Kristen melalui PLO Bimas Kristen, Agustina Perawati, di ruang Bimas Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, Rabu (7/10/2026). 

Bimbingan calon pengantin (Catin) tersebut mengangkat tema “Komunikasi dan Penyelesaian Konflik dalam Kehidupan Rumah Tangga”. Agustina mengajak pasangan memahami bahwa komunikasi bukan sekadar berbicara, tetapi juga kemampuan mendengarkan dan menyampaikan perasaan tanpa melukai pasangan. 

“Pasangan suami istri perlu belajar mendengarkan satu sama lain dan menyampaikan perasaan dengan cara yang baik. Ketika ada persoalan, hindari perkataan yang dapat melukai pasangan,” kata Agustina. 

Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan bagian yang dapat terjadi dalam kehidupan rumah tangga. Karena itu, persoalan yang muncul perlu dihadapi melalui komunikasi yang sehat dan tidak dibiarkan berlarut-larut. 

“Konflik dalam rumah tangga bukan berarti kasih harus berakhir. Yang penting adalah bagaimana pasangan belajar menyelesaikan persoalan dengan kasih, komunikasi yang sehat, dan tidak membiarkan masalah berlarut-larut,” ujarnya. 

Pesan tersebut juga menjadi bekal bagi Jery dan Elsa untuk memahami bahwa kehidupan rumah tangga tidak selalu berjalan tanpa perbedaan. Keduanya diingatkan untuk membangun keterbukaan dan pengendalian emosi ketika menghadapi persoalan. 

“Perbedaan pendapat dan konflik bisa terjadi dalam kehidupan rumah tangga. Karena itu, setiap persoalan perlu diselesaikan dengan komunikasi yang baik dan pengendalian emosi,” kata Jery dan Elsa dalam bimbingan tersebut. 

Selain komunikasi, pasangan calon pengantin juga diajak membangun kesediaan untuk saling mengampuni. Sikap terbuka dan kemauan memahami pasangan dinilai penting agar persoalan tidak berkembang menjadi pertengkaran berkepanjangan. 

“Kalau ada masalah, kami perlu terbuka, saling memahami dan bersedia saling mengampuni,” ungkap Jery dan Elsa. 

Dalam bimbingan tersebut, Agustina juga menggunakan Firman Tuhan dari Efesus 4:26-27 sebagai dasar pembelajaran: “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa; janganlah matahari terbenam sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.” 

Melalui bimbingan ini, calon mempelai diharapkan semakin siap memasuki kehidupan pernikahan dengan bekal pengetahuan, iman, serta kesediaan untuk membangun keluarga yang harmonis dan saling menghargai.

Icon Portal Kemenag

Akses lebih cepat

Baca berita lebih nyaman dari layar utama HP

Akses layanan, tracking, berita, dan pengaduan lebih cepat dari layar utama HP.

Berita lainnya

Bagikan

Sebarkan berita ini ke kanal pilihan.

Rating pembaca

0 rating masuk.

0.0

0 rating masuk

Reaksi Cepat

Apa kesan Anda?

Sekali klik

Komentar Pembaca

Tanggapan berita

0

Belum ada komentar yang tampil.

Tinggalkan Tanggapan

Komentar dan rating

Rating

Ringkasan

Info cepat berita.

Tanggal
07 Okt 2026
Kategori
Umum
Durasi
2 menit
Unduh PDF

Publikasi

Kirim bahan berita kegiatan Anda

Pegawai dan unit kerja dapat mengirim bahan kegiatan untuk diproses Tim Humas.

Kirim berita


Terima kasih, bahan berita diterima.