Buntok (Humas) – Masa lalu tidak harus menjadi akhir dari perjalanan hidup. Pesan itu disampaikan Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, Delita Wati Manullang, saat memberikan bimbingan rohani kepada warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Buntok, Rabu (7/10/2026).
Bimbingan rohani yang berlangsung di Rutan Buntok tersebut mengangkat tema “Masih Ada Harapan di Dalam Tuhan” dengan dasar firman Tuhan dari Ratapan 3:22–23. Ayat tersebut mengingatkan bahwa kasih setia Tuhan tidak pernah berakhir dan rahmat-Nya selalu baru setiap pagi.
Delita mengajak warga binaan untuk melihat masa pembinaan bukan sebagai akhir, tetapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri dan menata kembali kehidupan.“Tempat kita berada hari ini tidak menentukan bagaimana akhir kehidupan kita.
Selama Tuhan masih memberikan kesempatan, selalu ada ruang untuk berubah, bertobat dan memperbaiki diri. Jangan biarkan masa lalu menjadi penjara bagi hati kita,” ungkap Delita.
Menurut Delita, kesalahan dan kegagalan yang pernah terjadi dapat dijadikan pelajaran untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Karena itu, warga binaan diajak tidak terus larut dalam rasa bersalah maupun putus asa.
“Jangan berhenti melihat diri kita dari kesalahan yang pernah dilakukan. Tuhan masih memberikan hari yang baru. Gunakan kesempatan itu untuk berubah dan membangun kehidupan yang lebih baik,” katanya.
Pesan tersebut disampaikan dalam suasana ibadah yang berlangsung khidmat. Pujian dipimpin oleh Yemima Pisi, yang mengajak warga binaan bersama-sama mengarahkan hati kepada Tuhan. Pujian menjadi bagian dari rangkaian pembinaan rohani untuk membantu peserta tetap memiliki pengharapan selama menjalani masa pembinaan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Perjamuan Kudus yang dipimpin oleh Eko Wahyudi. Perjamuan Kudus dilaksanakan secara rutin satu kali setiap bulan sebagai bagian dari pelayanan dan pembinaan iman bagi warga binaan Rutan Buntok.
Salah seorang petugas Rutan Buntok mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, bimbingan rohani memberi ruang bagi warga binaan untuk memperoleh penguatan iman sekaligus membantu mereka membangun sikap yang lebih baik selama menjalani masa pembinaan.
Melalui Pelayanan tersebut, Penyuluh Agama Kristen, Kemenag Barito Selatan terus hadir mendampingi warga binaan. Pesan yang dibawa sederhana: kesalahan boleh menjadi bagian dari masa lalu, tetapi harapan untuk berubah tetap terbuka selama kehidupan masih diberi kesempatan.