Buntok (Humas) – Seksi Pendidikan Islam (Pendis) mengikuti Zoom Meeting terkait Kegiatan Inovasi Ruang Belajar Standar Nasional Perpustakaan (NSP) dan Akreditasi Perpustakaan Sekolah/Madrasah, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh Yusuf Ramadhani Habibie yang mewakili Kasi Pendidikan Islam Kemenag Barito Selatan. Pertemuan secara daring ini turut diikuti oleh para Kepala Perpustakaan dan Tenaga Perpustakaan dari seluruh jenjang pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) se-Provinsi Kalimantan Tengah.
Zoom meeting menjadi wadah koordinasi dan penyamaan persepsi dalam mendorong pengembangan perpustakaan sekolah/madrasah agar semakin memenuhi standar yang ditetapkan. Selain itu, kegiatan juga memberikan penguatan terkait pentingnya inovasi ruang belajar serta kesiapan perpustakaan dalam proses akreditasi.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan informasi dan pemahaman mengenai pengelolaan perpustakaan yang memenuhi Standar Nasional Perpustakaan, termasuk upaya menciptakan ruang belajar yang nyaman, inovatif, dan mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di madrasah.
Yusuf Ramadhani Habibie menyampaikan bahwa keikutsertaan Pendis dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas pengelolaan perpustakaan di lingkungan madrasah.
“Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat menyimpan dan meminjam buku, tetapi juga harus mampu menjadi ruang belajar yang nyaman, inovatif, dan mendukung kebutuhan peserta didik. Karena itu, pemenuhan standar serta akreditasi perpustakaan menjadi bagian penting dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan di madrasah,” ujarnya.
Ia berharap hasil dari kegiatan tersebut dapat ditindaklanjuti oleh seluruh madrasah di Kabupaten Barito Selatan melalui peningkatan tata kelola, sarana prasarana, serta kualitas layanan perpustakaan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap perpustakaan madrasah di Barito Selatan semakin berkembang dan mampu memberikan layanan yang optimal bagi peserta didik maupun tenaga pendidik,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung secara daring dengan penuh antusias dan menjadi bagian dari upaya bersama untuk mewujudkan perpustakaan sekolah/madrasah yang standar, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan mutu Pendidikan.