Buntok (Humas) - Mengelola wakaf kini tak lagi sebatas menyerahkan aset tak bergerak seperti tanah atau bangunan panti. Melalui instrumen Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) ritel atau Sukuk Wakaf Ritel (SWR007), masyarakat memiliki jalan baru untuk beramal sekaligus membangun ketahanan ekonomi umat. Peluang segar ini dikupas tuntas dalam edukasi dan sosialisasi virtual yang diikuti oleh jajaran Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Barito Selatan (Barsel) pada Rabu (7/10/2026).
Nazir Badan Wakaf Indonesia (BWI), M. Ali Yusuf, yang membagikan ilmunya dalam kegiatan tersebut menyebut pemahaman tentang wakaf uang sangat penting untuk disebarluaskan. Menurutnya, literasi seputar wakaf jenis baru ini wajib diikuti oleh para penggerak urusan keagamaan di daerah agar masyarakat punya pandangan yang lebih luas.
"Edukasi tentang wakaf produktif ini sangat bagus untuk diikuti bersama. Alasannya jelas, hasil dari pengelolaan dana umat ini nantinya langsung digunakan untuk pemanfaatan pangan yang berkelanjutan bagi masyarakat luas," ucap Ali Yusuf memberikan pandangannya.
Sejalan dengan arahan BWI, Pelaksana pada Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Barsel, H. Hapiji, melihat instrumen SWR007 ini sebagai terobosan cerdas. Ia menilai keikutsertaan Kemenag dalam sosialisasi ini menjadi bekal kuat untuk mengajak masyarakat Barsel melek investasi akhirat yang berdampak langsung pada dunia nyata.
"Mengikuti kegiatan sosialisasi wakaf uang produktif melalui Sukuk Wakaf Ritel (SWR007) ini jelas merupakan langkah strategis. Ini cara kita dalam menggerakkan roda ekonomi Islam, sekaligus memberikan dampak karya nyata bagi pembangunan negeri," kata Hapiji usai menyimak pemaparan via Zoom tersebut.
Ke depan, Kemenag Barsel bersiap membawa pemahaman baru ini ke tengah masyarakat. Harapannya, kebiasaan berwakaf uang bisa menjadi gaya hidup baru umat muslim di Barito Selatan, sehingga perputaran ekonomi umat semakin kuat dan manfaatnya langsung dirasakan oleh mereka yang membutuhkan.