Buntok (Humas) – Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan melalui Pengawas Pendidikan Agama Katolik dan Pengawas Pendidikan Agama Hindu melaksanakan kegiatan pendampingan, pembinaan, serta monitoring data guru dan siswa pada sejumlah sekolah di wilayah Kabupaten Barito Selatan, Rabu (12/08/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Pengawas Pendidikan Agama Katolik Yuberto Adil, bersama Pengawas Pendidikan Agama Hindu, Turiseli.
Sebanyak empat sekolah menjadi sasaran kunjungan, yakni SDN Sei Paken, SDN 2 Patas I, SDN 1 Patas I, dan SDN Bipak Kali.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya Kemenag Barsel dalam memastikan penyelenggaraan pendidikan agama di sekolah berjalan dengan baik sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan pendidikan melalui data yang akurat dan pembinaan yang berkelanjutan.
Adapun fokus kegiatan meliputi pemantauan 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP), Penilaian Kinerja Guru (PKG), serta pendampingan, pembinaan, dan monitoring data guru dan siswa.
Pemantauan dilakukan untuk melihat kesesuaian pelaksanaan pendidikan dengan standar yang ditetapkan sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan.
Pengawas Pendidikan Agama Katolik, Yuberto Adil, mengatakan bahwa kegiatan monitoring tidak hanya bertujuan untuk melihat kelengkapan data, tetapi juga menjadi sarana pendampingan bagi guru dan sekolah agar pelaksanaan pendidikan agama semakin berkualitas.
“Kami hadir bukan hanya untuk melakukan pemantauan, tetapi juga memberikan pendampingan dan pembinaan.
Data guru dan siswa perlu terus diperbarui dan dipastikan valid karena menjadi bagian penting dalam mendukung perencanaan dan peningkatan mutu pendidikan,” ujar Yuberto.
Menurutnya, pemantauan terhadap 8 SNP dan PKG juga penting dilakukan secara berkala agar guru mendapatkan gambaran mengenai capaian serta aspek yang masih perlu ditingkatkan dalam pelaksanaan tugasnya.
“Melalui pemantauan 8 Standar Nasional Pendidikan dan Penilaian Kinerja Guru, kami berharap dapat mengetahui kondisi di lapangan secara objektif.
Hasil monitoring ini menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar untuk melakukan pembinaan secara berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Pengawas Pendidikan Agama Hindu, Turiseli, menyampaikan bahwa sinergi antara pengawas dan satuan pendidikan sangat diperlukan untuk memastikan data pendidikan tetap akurat serta mendukung proses pembinaan guru.
“Pendampingan ini kami lakukan untuk membantu sekolah dalam memastikan data guru dan siswa benar, lengkap, dan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Data yang valid sangat penting karena menjadi dasar dalam berbagai program dan kebijakan pendidikan,” ungkap Turiseli.
Ia juga menekankan bahwa monitoring harus dipandang sebagai bagian dari proses peningkatan mutu, bukan semata-mata sebagai kegiatan pemeriksaan.
“Kami ingin membangun komunikasi yang baik dengan pihak sekolah. Jika ditemukan kendala, tentu akan kami koordinasikan dan dampingi agar dapat dicari solusi bersama.
Harapannya, pembinaan ini memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan pelayanan pendidikan agama,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, para pengawas melakukan pemantauan dan dialog bersama pihak sekolah terkait kondisi data guru dan siswa, pelaksanaan pembelajaran, serta berbagai aspek yang berkaitan dengan 8 SNP dan PKG.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk menyampaikan arahan dan penguatan kepada guru maupun pihak sekolah.
Kegiatan kunjungan ke empat sekolah tersebut berlangsung dengan baik dan mendapat respons positif dari pihak sekolah.
Kemenag Barito Selatan berharap hasil monitoring dapat menjadi bahan tindak lanjut untuk memperkuat kualitas data, kinerja guru, serta penyelenggaraan pendidikan agama di satuan pendidikan.
Dengan demikian, pendampingan dan monitoring tidak hanya menghasilkan data yang lebih akurat, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mewujudkan layanan pendidikan agama yang berkualitas, profesional, dan berorientasi pada peningkatan mutu peserta didik di Kabupaten Barito Selatan.