Lewati ke konten utama
Logo kantor

Kemenag Barito Selatan

Portal layanan digital terpadu

Baca berita

Penyuluh Delita Ajak Siswa Jadi Detektif Lingkungan Sejak Dini

KUA & Penyuluh 13 Agt 2026 3 menit baca 32
Penyuluh Delita Ajak Siswa Jadi Detektif Lingkungan Sejak Dini
Foto utama: Penyuluh Delita Ajak Siswa Jadi Detektif Lingkungan Sejak Dini
Dengar Berita Siap diputar

Buntok (Humas) — Menjaga lingkungan tidak harus menunggu dewasa. Pesan itu disampaikan Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan kepada siswa SDN 10 Buntok melalui penyuluhan bertema “Menjadi Anak yang Peduli Lingkungan”, Kamis (13/8/2026). 

Penyuluh Agama Kristen Delita Wati Manullang mengajak siswa melihat kebersihan dan kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab manusia dalam memelihara ciptaan Tuhan. Pesan tersebut disampaikan dengan dasar Alkitab Kejadian 2:15. 

“Menjaga lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab kita dalam memelihara ciptaan Tuhan. Anak-anak bisa memulainya dari hal sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan, merawat tanaman dan menjaga kebersihan sekolah,” kata Delita. 

Menurut Delita, kepedulian terhadap lingkungan juga perlu dibangun melalui kepekaan sejak usia dini. Karena itu, siswa dikenalkan dengan konsep Early Warning System (EWS), yakni kemampuan mengenali persoalan sejak awal, mencegahnya agar tidak menjadi lebih besar, lalu mengambil tindakan yang tepat. 

“Anak-anak perlu belajar mengenali masalah lingkungan sejak awal. Kalau melihat sampah berserakan atau tanaman tidak terawat, jangan dibiarkan. Kenali masalahnya dan lakukan tindakan sederhana yang bisa dilakukan bersama,” ujarnya. 

Guru Agama SDN 10 Buntok, Rasiana Murai, menyambut baik penyuluhan tersebut. Menurutnya, pendidikan kepedulian terhadap lingkungan penting diberikan sejak sekolah dasar karena karakter anak terbentuk dari kebiasaan yang dilakukan berulang dalam kehidupan sehari-hari. 

“Materi seperti ini sangat penting bagi anak-anak. Pembentukan karakter bukan hanya soal pengetahuan, tetapi juga bagaimana mereka membiasakan diri melakukan hal-hal baik dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Rasiana. 

Rasiana menilai pendekatan yang dekat dengan kehidupan siswa membuat materi lebih mudah diterima. 

"Anak tidak hanya diajak mengetahui pentingnya kebersihan, tetapi juga memahami alasan dan tindakan nyata yang bisa dilakukan di lingkungan sekolah". ungkapnya. 

Kegiatan berlangsung interaktif. Siswa diajak menjawab pertanyaan dan mengamati berbagai contoh persoalan lingkungan yang dapat mereka temui di sekolah. Mereka juga diperkenalkan dengan peran sebagai “detektif lingkungan”, yakni mengenali masalah, mencari penyebab, kemudian menentukan solusi sederhana yang dapat dilakukan bersama. 

Kegiatan tersebut juga sejalan dengan semangat Asta Protas Kementerian Agama, khususnya dalam menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui nilai-nilai keagamaan. Pujian dalam kegiatan dipimpin Yemima Pisi yang membuat suasana penyuluhan semakin hidup dan penuh semangat. 

Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan tidak berhenti pada pemahaman tentang kebersihan, tetapi mulai membangun kebiasaan untuk peduli, peka terhadap lingkungan dan berani mengambil tindakan sejak melihat persoalan di sekitarnya.

Icon Portal Kemenag

Akses lebih cepat

Baca berita lebih nyaman dari layar utama HP

Akses layanan, tracking, berita, dan pengaduan lebih cepat dari layar utama HP.

Berita lainnya

Bagikan

Sebarkan berita ini ke kanal pilihan.

Rating pembaca

0 rating masuk.

0.0

0 rating masuk

Reaksi Cepat

Apa kesan Anda?

Sekali klik

Komentar Pembaca

Tanggapan berita

0

Belum ada komentar yang tampil.

Tinggalkan Tanggapan

Komentar dan rating

Rating

Ringkasan

Info cepat berita.

Tanggal
13 Agt 2026
Kategori
KUA & Penyuluh
Durasi
3 menit
Unduh PDF

Publikasi

Kirim bahan berita kegiatan Anda

Pegawai dan unit kerja dapat mengirim bahan kegiatan untuk diproses Tim Humas.

Kirim berita


Terima kasih, bahan berita diterima.