Karau Kuala (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karau Kuala menindaklanjuti Surat Edaran Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 4 Tahun 2026 tentang Gerakan Bersih-Bersih Masjid dengan menggerakkan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan, kerapian, dan kenyamanan rumah ibadah.
Gerakan Bersih-Bersih Masjid tersebut dilaksanakan secara serentak pada Senin (10/8/2026) di enam masjid yang tersebar di wilayah Kecamatan Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan.
Keenam masjid itu yakni Masjid Al Jihad dan Masjid Al-Karamah di Kelurahan Bangkuang, Masjid Al Mukarramah di Desa Janggi, Masjid Ayatul Jannah di Desa Malitin, Masjid Baburrahmah di Desa Babai, serta Masjid At-Taqwa di Desa Talio.
Kegiatan melibatkan pengurus masjid dan masyarakat setempat. Pelaksanaan gerakan juga mendapat dukungan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Karau Kuala serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Palangka Raya yang turut berpartisipasi dalam kegiatan di Masjid Al Mukarramah Desa Janggi dan Masjid Ayatul Jannah Desa Malitin.
Sementara di wilayah Kelurahan Bangkuang, aksi kebersihan turut melibatkan murid SMPN 2 Karau Kuala. Keterlibatan para pelajar tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan kepedulian terhadap kebersihan dan keberadaan rumah ibadah sejak dini.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta bergotong royong membersihkan bagian dalam dan luar masjid, merapikan lingkungan sekitar, membersihkan fasilitas masjid, serta menata berbagai perlengkapan.
Kegiatan dilakukan secara bersama-sama agar lingkungan masjid menjadi lebih bersih, rapi, sehat, dan nyaman bagi jamaah.
Kepala KUA Kecamatan Karau Kuala, Fauzan Muttaqin, mengatakan pelaksanaan gerakan tersebut merupakan bentuk komitmen KUA dalam mendukung program Kementerian Agama sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam memakmurkan masjid.
“Gerakan bersih-bersih masjid ini bukan sekadar kegiatan membersihkan bangunan, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian dan rasa memiliki terhadap masjid.
Masjid merupakan rumah ibadah sekaligus pusat pembinaan umat, sehingga kebersihan dan kenyamanannya menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Fauzan mengapresiasi keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pengurus masjid, masyarakat, pelajar, mahasiswa, tokoh agama, MUI, dan KUA menunjukkan semangat gotong royong yang perlu terus dipelihara.
“Kami mengapresiasi antusiasme seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Kehadiran masyarakat, MUI, mahasiswa KKN, para pelajar, dan pengurus masjid menunjukkan semangat gotong royong yang sangat baik,” tambahnya.
Gerakan Bersih-Bersih Masjid tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara KUA dan masyarakat dalam menjaga keberadaan masjid sebagai pusat ibadah, pembinaan keagamaan, pendidikan, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
KUA Karau Kuala berharap gerakan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat mendorong tumbuhnya budaya menjaga kebersihan masjid secara berkelanjutan di tengah masyarakat.
Dengan masjid yang bersih, sehat, rapi, dan nyaman, diharapkan kekhusyukan jamaah semakin terjaga serta fungsi masjid sebagai pusat kehidupan umat semakin kuat.