Buntok (Humas) — Menanamkan rasa percaya diri dan karakter positif sejak usia sekolah menjadi salah satu fokus penyuluhan keagamaan yang dilaksanakan Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan di SDN 4 Buntok, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan karakter peserta didik yang sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama, sekaligus mendukung penguatan moderasi beragama dan pembinaan karakter melalui Early Warning System (EWS) Kementerian Agama.
Mengusung tema "Saya Luar Biasa" berdasarkan firman Tuhan dalam 1 Samuel 17:1–58, Penyuluh Agama Kristen Eko Wahyudi mengajak peserta didik mengenal potensi diri melalui kisah Daud yang mampu mengalahkan Goliat karena iman, keberanian, dan ketaatan kepada Tuhan.
"Daud menjadi teladan karena taat kepada orang tua, bertanggung jawab terhadap tugas yang dipercayakan kepadanya, mencintai bangsanya, dan berani menghadapi tantangan dengan mengandalkan pertolongan Tuhan. Karakter seperti inilah yang perlu dibangun sejak anak-anak," ujar Eko.
Menurutnya, kisah tersebut tidak hanya berbicara tentang kemenangan atas Goliat, tetapi juga mengajarkan bahwa setiap anak memiliki nilai dan kemampuan yang berbeda. Karena itu, peserta didik diajak untuk tidak merasa rendah diri maupun iri terhadap kelebihan orang lain.
"Tuhan menciptakan setiap anak dengan talenta yang unik. Jangan sibuk membandingkan diri dengan orang lain, tetapi temukan, syukuri, dan kembangkan kemampuan yang Tuhan berikan. Itulah yang membuat setiap anak menjadi luar biasa," katanya.
Guru Pendidikan Agama Kristen SDN 4 Buntok, Widia Angraeny, mengatakan kegiatan penyuluhan tersebut mendapat sambutan baik dari sekolah dan didampingi oleh guru-guru beragama Kristen sebagai bentuk pendampingan kepada peserta didik.
"Kami bersyukur penyuluhan ini dapat berjalan bersama para guru. Kehadiran Penyuluh Agama Kristen memberikan penguatan rohani sekaligus membangun semangat belajar dan karakter anak-anak," ujar Widia.
Ia berharap kerja sama antara sekolah dan Kementerian Agama terus berlanjut dalam mendukung pembentukan generasi yang memiliki iman, akhlak mulia, dan semangat kebangsaan.
"Sekolah tidak dapat berjalan sendiri dalam membentuk karakter peserta didik. Kolaborasi dengan Kementerian Agama menjadi langkah yang baik agar anak-anak bertumbuh sebagai pribadi yang beriman, berakhlak mulia, dan mencintai bangsa," tambahnya.
Kegiatan diawali dengan puji-pujian yang dipimpin Delita Wati Manullang, dilanjutkan doa pembuka oleh Yemima Pisi. Suasana penyuluhan berlangsung hangat, penuh sukacita, dan mendapat antusiasme tinggi dari para siswa yang mengikuti setiap sesi hingga selesai.
Melalui kegiatan tersebut, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan terus menghadirkan pembinaan keagamaan yang menyentuh lingkungan pendidikan sebagai upaya membangun karakter generasi muda yang percaya diri, berintegritas, serta mampu menghargai diri sendiri dan sesama.