Buntok (Humas) Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, Yemima Pisi, memberi penyuluhan kepada siswa SMPN 4 Dusun Selatan, Jumat (7/8/2026), dengan tema "Seperti Apa Masa Depanmu, Itu Keputusanmu".
Pesan utamanya jelas: masa depan tidak datang begitu saja, tetapi dibentuk dari kebiasaan, karakter, dan keputusan yang dibuat sejak sekarang.
Dalam pemaparannya, Yemima mengajak peserta didik melihat masa depan sebagai hasil dari langkah-langkah kecil yang dilakukan setiap hari. Berangkat dari Yeremia 29:11 dan Amsal 3:5-6, ia mengingatkan pentingnya hidup disiplin, bertanggung jawab, dan tetap mengandalkan Tuhan dalam menentukan arah hidup.
"Masa depan yang penuh harapan dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan konsisten, sambil tetap percaya dan mengandalkan Tuhan dalam setiap keputusan hidup," kata Yemima Pisi.
Menurut Yemima, remaja tidak bisa menunggu waktu berubah dengan sendirinya. Mereka perlu mulai membangun kebiasaan baik sejak dini agar memiliki fondasi kuat saat menghadapi tantangan di masa depan.
"Seperti apa masa depanmu, itu keputusanmu. Apa yang dibiasakan hari ini akan sangat menentukan hidupmu ke depan," ujarnya.
Kegiatan tersebut diawali pujian yang dipimpin Delita Wati Manullang, dilanjutkan penyampaian materi dan ditutup doa oleh Eko Wahyudi. Penyuluhan ini turut didampingi Guru Pendidikan Agama Kristen, Andiati Susiana, serta dihadiri guru-guru beragama Kristen di sekolah tersebut.
Andiati Susiana menilai materi yang disampaikan sangat dekat dengan kebutuhan remaja saat ini. Menurutnya, siswa tidak cukup hanya dibekali pengetahuan, tetapi juga diarahkan untuk membangun karakter dan tanggung jawab pribadi.
"Materi ini sangat relevan bagi remaja karena mengajarkan pentingnya membangun karakter, disiplin, dan tanggung jawab sebagai bekal meraih masa depan yang lebih baik," kata Andiati.
Delita Wati Manullang melalui keterlibatannya dalam rangkaian kegiatan turut memberi warna pada penyuluhan yang dikemas sederhana namun bermakna. Pembukaan lewat pujian menjadi pengantar yang menguatkan suasana reflektif sebelum siswa menerima materi inti.
"Harapannya, kegiatan seperti ini membuat siswa tidak hanya mendengar, tetapi juga mulai membiasakan hal-hal baik dalam keseharian mereka," ujarnya.
Penyuluhan ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan satu hari. Pesan yang dibawa justru ingin mendorong siswa berani mengambil keputusan yang benar, menjaga iman, dan membentuk karakter sejak sekarang agar masa depan yang penuh harapan benar-benar bisa diraih.