Buntok (Humas) – Pelaksanaan Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) Tahun 2026 di Barito Selatan mulai dipantau langsung untuk memastikan kepala madrasah dan pendidik memahami mekanisme serta menyelesaikan pengisian sesuai ketentuan. Kasi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, Zakirurahman, melakukan pengarahan sekaligus monitoring Sulingjar secara serentak di kompleks Pondok Pesantren Ahlusunnah Wal Jama'ah, Kamis (13/8/2026).
Monitoring yang berlangsung pukul 09.00-10.00 WIB itu menyasar Kepala MTs Ahlusunnah Wal Jama'ah serta guru MI dan MA Ahlusunnah Wal Jama'ah. Zakirurahman mengarahkan agar pelaksanaan Sulingjar tidak sekadar mengejar selesainya pengisian, tetapi dilakukan dengan memahami setiap pertanyaan yang diberikan sehingga data yang masuk benar-benar menggambarkan kondisi lingkungan belajar di madrasah.
“Yang penting bukan hanya selesai mengisi, tetapi responden memahami apa yang ditanyakan dan memberikan jawaban sesuai kondisi yang sebenarnya di madrasah,” ujar Zakirurahman.
Ia mengatakan monitoring dilakukan untuk melihat langsung perkembangan pengisian sekaligus mengetahui lebih awal jika terdapat kendala dalam pelaksanaannya. Dengan begitu, persoalan teknis maupun kendala lain dapat segera disampaikan dan dicarikan jalan keluarnya.
“Kami ingin melihat langsung bagaimana pelaksanaannya di lapangan. Kalau ada yang masih mengalami kendala, bisa segera disampaikan sehingga tidak menunggu sampai batas akhir,” katanya.
Kepala MTs Ahlusunnah Wal Jama'ah, Khairul Majid, mengatakan pengarahan tersebut membantu madrasah memastikan para responden memahami proses Sulingjar yang sedang berlangsung. Menurutnya, pendampingan di lapangan juga membuat madrasah lebih mudah mengetahui bagian yang perlu diperhatikan selama pengisian.
“Dengan adanya pengarahan ini, kami bisa memastikan guru yang menjadi responden tidak hanya mengisi, tetapi juga memahami prosesnya. Kalau ada yang belum jelas, bisa langsung kami tindak lanjuti,” kata Khairul Majid.
Khairul Majid menambahkan, pelaksanaan Sulingjar di lingkungan madrasah terus diarahkan agar berjalan sesuai jadwal. Kepala madrasah bersama guru yang menjadi responden juga diminta menyelesaikan pengisian dengan memperhatikan ketentuan yang telah disampaikan.
“Kami mengikuti arahan yang diberikan dan memastikan responden menyelesaikan pengisian sesuai jadwal. Kami juga akan memantau sampai prosesnya benar-benar selesai,” ujarnya.
Sulingjar Tahun 2026 dilaksanakan pada 20 Juli hingga 17 Agustus 2026. Kantor Kemenag Kabupaten Barito Selatan sebelumnya meminta kepala madrasah dan pendidik yang menjadi responden mengikuti serta menyukseskan pelaksanaan Sulingjar sesuai jadwal, memahami mekanisme, dan menyelesaikan pengisian sesuai ketentuan.
Selain itu, madrasah diminta memantau pelaksanaan Sulingjar dan segera berkoordinasi dengan Kantor Kemenag Kabupaten Barito Selatan apabila mengalami kendala. Status pelaksanaan juga dilaporkan sebagai bahan rekapitulasi dan pelaporan ke Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah.
Monitoring di kompleks Pondok Pesantren Ahlusunnah Wal Jama'ah menjadi bagian dari pengecekan pelaksanaan Sulingjar di madrasah, sekaligus memastikan proses pengisian berjalan sesuai jadwal dan tidak terkendala hingga batas waktu pelaksanaan.