Lewati ke konten utama
Logo kantor

Kemenag Barito Selatan

Portal layanan digital terpadu

Belajar Menahan Emosi, Warga Binaan Hindu Didorong Bangun Karakter Positif
Kembali ke Berita
Pelayanan Publik 08 Jun 2026 2 menit baca 20 dibaca

Belajar Menahan Emosi, Warga Binaan Hindu Didorong Bangun Karakter Positif

Belajar Menahan Emosi, Warga Binaan Hindu Didorong Bangun Karakter Positif
Foto utama: Belajar Menahan Emosi, Warga Binaan Hindu Didorong Bangun Karakter Positif
Dengar Berita Siap diputar

Buntok (Humas) Mengendalikan amarah menjadi pesan utama dalam pembinaan keagamaan bagi warga binaan Hindu di Rutan Kelas IIB Buntok, Senin (8/6/2026). Materi tersebut dinilai penting sebagai bekal membangun karakter dan kesiapan mental sebelum kembali ke tengah masyarakat.

Penyuluh Agama Hindu, Miyah, menyampaikan renungan berdasarkan Kitab Suci Sarasamuccaya Sloka 107 yang mengajarkan pentingnya penguasaan diri serta bahaya kemarahan yang tidak terkendali dalam kehidupan sehari-hari.

"Kemarahan yang tidak terkendali sering menjadi awal dari berbagai persoalan. Karena itu, setiap orang perlu belajar mengelola emosi agar dapat mengambil keputusan dengan bijaksana," ujar Miyah.

Menurutnya, kemampuan mengendalikan emosi merupakan fondasi penting dalam membangun hubungan yang sehat dengan lingkungan sekaligus mencegah seseorang kembali terjerumus pada kesalahan yang sama.

"Kesempatan memperbaiki diri selalu terbuka. Yang terpenting adalah kemauan untuk berubah dan terus melatih diri menjadi pribadi yang lebih tenang, sabar, dan bertanggung jawab," katanya.

Pembinaan tersebut secara khusus diberikan kepada warga binaan berinisial RH sebagai bagian dari penguatan mental dan spiritual menjelang proses reintegrasi sosial.

"Saya berharap nilai-nilai yang dipelajari hari ini dapat menjadi bekal untuk memulai kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pembinaan," tambah Miyah.

Sementara itu, petugas Rutan Kelas IIB Buntok, Rizal, menegaskan bahwa setiap program pembinaan dirancang untuk membantu warga binaan memperbaiki pola pikir dan membentuk karakter yang lebih positif.

"Pembinaan bukan sekadar mengisi waktu selama menjalani masa pidana, tetapi menjadi kesempatan untuk memperbaiki sikap hidup dan membangun masa depan yang lebih baik," ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari keterampilan yang dimiliki, tetapi juga dari kemampuan mengendalikan diri saat menghadapi berbagai persoalan setelah kembali ke masyarakat.

Kegiatan diawali dengan ibadah singkat yang dipimpin Nurhati. Melalui pembinaan keagamaan yang dilaksanakan secara rutin, Rutan Kelas IIB Buntok terus mendorong tumbuhnya kesadaran spiritual, kedewasaan emosional, dan tanggung jawab pribadi sebagai bekal warga binaan menjalani kehidupan yang lebih baik usai menyelesaikan masa pembinaan.

Icon Kemenag Barsel

Akses lebih cepat

Baca berita lebih nyaman dari layar utama HP

Akses layanan, tracking, berita, dan pengaduan lebih cepat dari layar utama HP.

Berita lainnya

Reaksi Cepat

Apa kesan Anda setelah membaca?

Sekali klik, langsung tercatat

Komentar Pembaca

Tanggapan untuk berita ini

0 tampil
Belum ada komentar yang tampil. Jadilah pembaca pertama yang memberi tanggapan.

Tinggalkan Tanggapan

Komentar dan rating

Bagikan tanggapan Anda dengan bahasa yang santun dan relevan dengan isi berita.

Rating

Berita Terkait

Baca kabar lainnya