Buntok (Humas) – Pegawai tidak cukup hanya menyelesaikan pekerjaan. Setiap tugas perlu menghasilkan sesuatu yang jelas dan memberi manfaat. Pesan itu disampaikan Pengawas Pendidikan Agama Hindu, Turiseli, saat menjadi pembina apel Senin pagi di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan (Kemenag Barsel), Senin (26/10/2026).
Turiseli mengawali amanatnya dengan mengajak pegawai bersyukur karena apel dapat kembali dilaksanakan di halaman kantor. Kondisi cuaca dan kualitas udara yang membaik memungkinkan kegiatan berlangsung di luar ruangan setelah sebelumnya kondisi udara menjadi perhatian.
“Syukur hari ini kita bisa kembali melaksanakan apel di halaman kantor karena cuaca sudah membaik. Namun, kita tetap perlu waspada karena belum tentu kondisi udara pada hari-hari berikutnya akan terus seperti ini,” ujarnya.
Ia mengingatkan pegawai agar tetap menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang dapat berubah. Menurutnya, kesehatan menjadi hal penting agar pegawai tetap mampu menjalankan tugas dan produktivitas kerja tidak menurun ketika kondisi lingkungan kembali memburuk.
“Kita tidak tahu apakah kualitas udara akan terus membaik atau justru kembali berbahaya. Karena itu, kesehatan harus tetap dijaga. Jangan sampai kondisi tubuh menurun sehingga pekerjaan yang menjadi tanggung jawab kita ikut terganggu,” kata Turiseli.
Selain kesehatan, Turiseli mengajak pegawai memahami bahwa setiap pekerjaan perlu memiliki ukuran yang jelas, mulai dari input, output, hingga outcome. Ketiganya membantu pegawai melihat pekerjaan secara utuh, bukan hanya dari kegiatan yang dilakukan, tetapi juga dari hasil dan manfaat yang dihasilkan.
“Dalam melaksanakan tugas, kita harus memahami input, output, dan outcome. Sederhananya, apa yang kita gunakan untuk bekerja, apa yang kita hasilkan dari pekerjaan itu, dan apa manfaat atau perubahan yang terjadi setelahnya. Jadi, pekerjaan tidak berhenti pada proses atau laporan bahwa kegiatan sudah dilaksanakan,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan agar pegawai mampu menentukan prioritas berdasarkan manfaat pekerjaan. Setiap tugas perlu dilihat dari kebutuhan dan hasil yang ingin dicapai, sehingga waktu, tenaga, serta sumber daya yang tersedia tidak habis untuk pekerjaan yang kurang memberi dampak.
“Dasar dari apa yang kita kerjakan adalah manfaatnya. Kalau suatu pekerjaan tidak memberikan manfaat yang jelas, jangan langsung kita prioritaskan. Kita perlu melihat mana yang benar-benar dibutuhkan, apa hasilnya, dan bagaimana hasil itu berguna bagi organisasi maupun masyarakat,” ungkapnya.
Apel pagi tersebut dipandu oleh Yetriani sebagai pembawa acara, sedangkan doa dipimpin oleh Nurhati. Amanat Turiseli menjadi pengingat bagi pegawai Kemenag Barsel untuk menjaga kesehatan sekaligus membiasakan diri menilai pekerjaan berdasarkan hasil nyata dan manfaatnya bagi pelayanan.