Buntok (Humas) Derasnya arus informasi digital membuat guru agama dituntut lebih dari sekadar mengajar. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, H. Hairil Saleh Al Zainudin, meminta guru Pendidikan Agama Katolik menjadi teladan, membimbing karakter siswa, sekaligus beradaptasi dengan teknologi.
Pesan itu disampaikan Kakankemenag saat membuka Workshop Kelompok Kerja Guru (KKG)/Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Katolik se-Kabupaten Barito Selatan Tahun 2026. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 guru.
“Di era digital saat ini, siswa kita kebanjiran informasi, tetapi mereka kekeringan keteladanan. Guru Agama Katolik tidak cukup hanya mengajar, tetapi harus menginspirasi,” kata H. Hairil Saleh dalam sambutannya.
Menurutnya, keteladanan guru menjadi bagian penting dalam membentuk karakter peserta didik. Kejujuran, kedisiplinan, tutur kata, dan empati yang ditunjukkan guru sehari-hari dapat menjadi pembelajaran nyata bagi siswa.
Ia juga mengingatkan guru agar mampu mendampingi generasi muda menghadapi tantangan media sosial, krisis identitas, dan persoalan moral. Guru perlu hadir sebagai pendamping yang sabar, mau mendengarkan, dan membantu siswa menemukan arah.
“Tujuan akhir pendidikan agama bukanlah sekadar nilai angka 100 di lembar ujian, melainkan lahirnya pribadi beriman yang utuh, berkarakter kokoh, dan peduli pada sesama,” ujarnya.
Selain pembentukan karakter, Kakankemenag mendorong pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran agama. Forum KKG/MGMP, kata dia, perlu dimaksimalkan sebagai ruang berbagi praktik baik, mengembangkan metode pembelajaran interaktif, serta meningkatkan kompetensi profesional guru.
Ia juga mengajak para pendidik menanamkan nilai moderasi beragama melalui komitmen kebangsaan, toleransi, sikap antikekerasan, dan penghargaan terhadap kearifan lokal Barito Selatan.
“Kementerian Agama sebagai rumah besar bagi semua agama memiliki komitmen yang kokoh dalam mendukung peningkatan mutu, kesejahteraan, dan kualifikasi para pendidik agama,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Workshop KKG/MGMP Pendidikan Agama Katolik, Erik Estrada, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah bagi guru untuk bertukar pengalaman dan membahas tantangan pembelajaran di sekolah masing-masing.
“Melalui workshop ini, kami berharap para guru mendapatkan tambahan pengetahuan dan semangat baru untuk mengembangkan kemampuan mengajar. Hasil kegiatan ini hendaknya dapat diterapkan dalam pembelajaran, sehingga peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang lebih baik,” ujar Erik.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pembimas Katolik Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah Sandra Mariyus Adipa, Pastor Paroki Santo Paulus Buntok P. Aloysius Gonzaga Arjon, Pengawas Pendidikan Agama Katolik Yuberto Adil, serta pensiunan guru Pendidikan Agama Katolik Andreas Sular.
Melalui kegiatan ini, guru dimintan untuk terus menjaga semangat pengabdian dan tidak berhenti menjadi teladan bagi peserta didik. Sebab, kualitas pendidikan agama tidak hanya tercermin dari apa yang diajarkan di kelas, tetapi juga dari karakter dan perilaku yang tumbuh dalam diri generasi muda.
Kakankemenag Barsel: Guru Agama Katolik Tak Cukup Mengajar, Harus Jadi Teladan di Era Digital
Akses lebih cepat
Baca berita lebih nyaman dari layar utama HP
Akses layanan, tracking, berita, dan pengaduan lebih cepat dari layar utama HP.
Redaksi
Informasi pengelola publikasi.
Rating pembaca
1 rating masuk.
5.0
1 rating masuk
Reaksi Cepat
Apa kesan Anda?
Komentar Pembaca
Tanggapan berita
Belum ada komentar yang tampil.
Ringkasan
Info cepat berita.
- Tanggal
- 26 Okt 2026
- Kategori
- Pendidikan Keagamaan
- Durasi
- 3 menit
Berita lainnya
Publikasi terbaru yang bisa dibaca berikutnya.
Turiseli Ingatkan ASN Kemenag Barsel, Kerja Bukan Sekadar Selesai tapi Harus Bermanfaat
26 Okt 2026
PENYERAHAN STL GKE PARAPAH BUNTOK
23 Okt 2026
KKG/MGMP Pendidikan Agama Katolik Barsel : Perkuat Kompetensi Guru, Andreas Sular, Bagikan Pengalaman Mengajar
23 Okt 2026
Penyuluh Kristen Ajak Hamba Tuhan Melayani Sesama sebagai Bukti Ucapan Syukur
23 Okt 2026
Rekomendasi
Perlengkapan pilihan
Kemeja Batik Korpri Pria Motif Terbaru dengan Lapisan Full Puring dan Krah Hitam
Lihat detail
Setelan Seragam Dharma Wanita Blazer Rok Bahan Premium
Lihat detail
Lencana Pin Korpri ASN Premium Pengait Magnet & Peniti
Lihat detail
Kemeja Pakaian Dinas Harian (PDH) Kementrian Agama Model Terbaru 2026
Lihat detailBerita terkait
Bacaan yang masih satu konteks.
KKG/MGMP Pendidikan Agama Katolik Barsel : Perkuat Kompetensi Guru, Andreas Sular, Bagikan Pengalaman Mengajar
Buntok (Humas) – Guru Pendidikan Agama Katolik dituntut tidak hanya menguasai materi ajar, tetapi juga mampu menyampaikan nilai-nilai iman dengan cara yang mudah dipahami dan dekat dengan kehidupan peserta didik. Hal...
KKG/MGMP PAKat Barsel 2026, Pembimas Katolik: Guru dan Katekis Perlu Pahami Missio Canonica
Buntok (Humas) – Guru Pendidikan Agama Katolik (PAKat) tidak cukup hanya menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga perlu menghidupi iman yang diajarkan serta memahami aturan yang menjadi dasar pelaksanaan tugasnya. P...
Pengawas Katolik Yuberto Adil: Guru Bukan Sekadar Mengajar, tetapi Menghidupi Iman
Buntok (Humas) – Guru Pendidikan Agama Katolik tidak cukup hanya mengajarkan pengetahuan tentang iman. Mereka juga dituntut menghidupi nilai-nilai yang diajarkan agar menjadi teladan bagi peserta didik. Pesan ini menj...
Publikasi
Kirim bahan berita kegiatan Anda
Pegawai dan unit kerja dapat mengirim bahan kegiatan untuk diproses Tim Humas.
Kirim berita
Kakankemenag Barsel: Guru Agama Katolik Tak Cukup Mengajar, Harus Jadi Teladan di Era Digital
Kakankemenag Barsel: Guru Agama Katolik Tak Cukup Mengajar, Harus Jadi Teladan di Era Digital
Buntok (Humas) Derasnya arus informasi digital membuat guru agama dituntut lebih dari sekadar mengajar. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, H. Hairil Saleh Al Zainudin, meminta guru Pendidikan Agama Katolik menjadi teladan, membimbing karakter siswa, sekaligus beradaptasi dengan teknologi.
Pesan itu disampaikan Kakankemenag saat membuka Workshop Kelompok Kerja Guru (KKG)/Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Katolik se-Kabupaten Barito Selatan Tahun 2026. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 guru.
“Di era digital saat ini, siswa kita kebanjiran informasi, tetapi mereka kekeringan keteladanan. Guru Agama Katolik tidak cukup hanya mengajar, tetapi harus menginspirasi,” kata H. Hairil Saleh dalam sambutannya.
Menurutnya, keteladanan guru menjadi bagian penting dalam membentuk karakter peserta didik. Kejujuran, kedisiplinan, tutur kata, dan empati yang ditunjukkan guru sehari-hari dapat menjadi pembelajaran nyata bagi siswa.
Ia juga mengingatkan guru agar mampu mendampingi generasi muda menghadapi tantangan media sosial, krisis identitas, dan persoalan moral. Guru perlu hadir sebagai pendamping yang sabar, mau mendengarkan, dan membantu siswa menemukan arah.
“Tujuan akhir pendidikan agama bukanlah sekadar nilai angka 100 di lembar ujian, melainkan lahirnya pribadi beriman yang utuh, berkarakter kokoh, dan peduli pada sesama,” ujarnya.
Selain pembentukan karakter, Kakankemenag mendorong pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran agama. Forum KKG/MGMP, kata dia, perlu dimaksimalkan sebagai ruang berbagi praktik baik, mengembangkan metode pembelajaran interaktif, serta meningkatkan kompetensi profesional guru.
Ia juga mengajak para pendidik menanamkan nilai moderasi beragama melalui komitmen kebangsaan, toleransi, sikap antikekerasan, dan penghargaan terhadap kearifan lokal Barito Selatan.
“Kementerian Agama sebagai rumah besar bagi semua agama memiliki komitmen yang kokoh dalam mendukung peningkatan mutu, kesejahteraan, dan kualifikasi para pendidik agama,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Workshop KKG/MGMP Pendidikan Agama Katolik, Erik Estrada, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah bagi guru untuk bertukar pengalaman dan membahas tantangan pembelajaran di sekolah masing-masing.
“Melalui workshop ini, kami berharap para guru mendapatkan tambahan pengetahuan dan semangat baru untuk mengembangkan kemampuan mengajar. Hasil kegiatan ini hendaknya dapat diterapkan dalam pembelajaran, sehingga peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang lebih baik,” ujar Erik.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pembimas Katolik Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah Sandra Mariyus Adipa, Pastor Paroki Santo Paulus Buntok P. Aloysius Gonzaga Arjon, Pengawas Pendidikan Agama Katolik Yuberto Adil, serta pensiunan guru Pendidikan Agama Katolik Andreas Sular.
Melalui kegiatan ini, guru dimintan untuk terus menjaga semangat pengabdian dan tidak berhenti menjadi teladan bagi peserta didik. Sebab, kualitas pendidikan agama tidak hanya tercermin dari apa yang diajarkan di kelas, tetapi juga dari karakter dan perilaku yang tumbuh dalam diri generasi muda.
Akses lebih cepat
Baca berita lebih nyaman dari layar utama HP
Akses layanan, tracking, berita, dan pengaduan lebih cepat dari layar utama HP.
Reaksi Cepat
Apa kesan Anda setelah membaca?
Komentar Pembaca
Tanggapan untuk berita ini
Berita Terkait
Baca kabar lainnya
23 Okt 2026
KKG/MGMP Pendidikan Agama Katolik Barsel : Perkuat Kompetensi Guru, Andreas Sular, Bagikan Pengalaman Mengajar
Buntok (Humas) – Guru Pendidikan Agama Katolik dituntut tidak hanya menguasai materi ajar, tetapi juga mampu menyampaikan nilai-nilai iman dengan cara yang mudah dipahami dan dekat dengan kehidupan peserta didik. Hal...
22 Okt 2026
KKG/MGMP PAKat Barsel 2026, Pembimas Katolik: Guru dan Katekis Perlu Pahami Missio Canonica
Buntok (Humas) – Guru Pendidikan Agama Katolik (PAKat) tidak cukup hanya menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga perlu menghidupi iman yang diajarkan serta memahami aturan yang menjadi dasar pelaksanaan tugasnya. P...
22 Okt 2026
Pengawas Katolik Yuberto Adil: Guru Bukan Sekadar Mengajar, tetapi Menghidupi Iman
Buntok (Humas) – Guru Pendidikan Agama Katolik tidak cukup hanya mengajarkan pengetahuan tentang iman. Mereka juga dituntut menghidupi nilai-nilai yang diajarkan agar menjadi teladan bagi peserta didik. Pesan ini menj...