Buntok (Humas) Melayani bukan sekadar menjalankan tugas keagamaan, tetapi juga menjadi wujud syukur kepada Tuhan melalui tindakan nyata. Pesan itu disampaikan Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, Eko Wahyudi, dalam pendampingan PPHTGD di GBI Jemaat Kalahien.
Mengangkat tema “Melayani sebagai Bukti Ucapan Syukur”, Eko mengajak para hamba Tuhan untuk menjaga persatuan, membangun kerja sama, serta mengambil peran dalam menghadapi berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.
“Kerja sama dan persatuan harus tetap dijaga. Kita juga perlu menjaga kesehatan, menggunakan masker saat bepergian, serta menjaga kondisi lingkungan dengan tidak membakar sembarangan,” demikian pesan yang disampaikan Eko dalam kegiatan pendampingan tersebut.
Eko menjelaskan, materi pendampingan merujuk pada Lukas 8:1-3 yang menggambarkan peran perempuan dalam pelayanan Tuhan. Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan dan membawa manfaat bagi sesama.
Menurutnya, para hamba Tuhan juga diharapkan mampu menjalankan peran secara nyata, tidak hanya di lingkungan gereja, tetapi juga di tengah masyarakat dan dalam hubungan dengan pemerintah.
“Para hamba Tuhan hendaknya memiliki peranan penting di hadapan Tuhan, masyarakat, dan pemerintah, terutama dalam menghadapi berbagai permasalahan yang terjadi saat ini,” ujarnya.
Selain menjaga persatuan, Eko mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap kesehatan dan lingkungan. Imbauan untuk menggunakan masker saat bepergian serta menghindari pembakaran sembarangan menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan dan kestabilan kondisi masyarakat.
Pesan tersebut sejalan dengan nilai pelayanan yang tidak berhenti pada perkataan, tetapi harus diwujudkan melalui perilaku sehari-hari. Bagi Eko, rasa syukur kepada Tuhan perlu tercermin dalam cara seseorang menjalankan tanggung jawab dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
“Integritas adalah ketika perkataan tercermin dalam tindakan. Karena itu, pelayanan harus ditunjukkan melalui perbuatan nyata, bukan hanya melalui ucapan,” menjadi inti pesan pendampingan yang disampaikan Eko.
Melalui kegiatan ini, para hamba Tuhan diharapkan semakin menyadari peran dan tanggung jawabnya dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun, sehat, dan peduli lingkungan.
Sebab, ucapan syukur yang bermakna tidak hanya terdengar dalam doa, tetapi juga terlihat dari kesediaan untuk melayani dan memberi manfaat bagi sesama.