Buntok (Humas) – Guru Pendidikan Agama Katolik tidak cukup hanya mengajarkan pengetahuan tentang iman. Mereka juga dituntut menghidupi nilai-nilai yang diajarkan agar menjadi teladan bagi peserta didik. Pesan ini menjadi perhatian dalam kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Katolik se-Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Kamis (22/10/2026) dengan tema “Guru sebagai Sabda yang Hidup, Menginspirasi, Membimbing dan Membentuk Generasi Beriman”.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, H. Hairil Saleh Al Zainudin, hadir sebagai keynote speaker sekaligus membuka kegiatan. Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi para guru untuk memperdalam pemahaman tentang kebijakan Kementerian Agama, spiritualitas pendidik, dan peningkatan kompetensi dalam proses pembelajaran.
Ketua panitia, Erik Estrada, mengapresiasi semangat para guru yang tetap hadir meskipun harus menempuh perjalanan dari wilayah yang jauh. Menurutnya, kehadiran tersebut menunjukkan kesungguhan para guru untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan dalam menjalankan tugas pendidikan.
“Kami mengapresiasi para guru yang tetap hadir dan bersemangat mengikuti kegiatan ini, meskipun sebagian harus menempuh perjalanan yang cukup jauh. Harapan kami, KKG dan MGMP ini benar-benar berguna bagi para guru, sehingga setiap materi yang disampaikan narasumber dapat diserap dengan baik dan diterapkan dalam pelaksanaan pembelajaran,” ujar Erik.
Ia berharap pertemuan tersebut tidak berhenti pada pertukaran pengetahuan selama kegiatan berlangsung, tetapi juga memberi manfaat bagi pelaksanaan tugas guru di sekolah masing-masing.
Pengawas Pendidikan Agama Katolik, Yuberto Adil, mengangkat kembali makna tema kegiatan dengan mengajak para guru memahami panggilan mereka sebagai Sabda yang Hidup. Bagi guru agama Katolik, tugas mengajar tidak terpisahkan dari keteladanan dalam kehidupan sehari-hari maupun pelayanan iman.
“Sebagai guru Pendidikan Agama Katolik sekaligus katekis, kita merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tugas pewartaan iman. Karena itu, apa yang kita ajarkan hendaknya tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Kita juga perlu tetap menjalankan missio canonica sebagai bagian dari pelaksanaan tugas pelayanan sesuai ketentuan Gereja,” ujar Yuberto.
Sementara itu, Pastor Paroki Santo Paulus Buntok, RD Aloysius Gonzaga Arjon, Pr., yang menjadi salah satu narasumber, membawakan materi tentang “Penguatan Spiritualitas dan Visi Guru Pendidikan Agama Katolik”. Ia menguraikan spiritualitas sebagai kekuatan rohani yang mendorong seseorang menjalankan panggilan dan pelayanannya.
“Spiritualitas adalah tenaga pendorong secara rohani dalam diri kita. Ketika seorang guru mengenal, memahami, dan berusaha menghayati spiritualitasnya, ia memiliki nilai lebih dalam mendampingi anak didik dan melayani umat. Dengan demikian, tugas mendidik tidak hanya dijalankan sebagai pekerjaan, tetapi juga dihayati sebagai panggilan,” tutur Aloysius.
Ia mengajak para guru untuk terus memperdalam penghayatan iman agar mampu menghadirkan pendidikan agama yang tidak hanya memberikan pemahaman, tetapi juga membantu peserta didik bertumbuh dalam kehidupan rohani.
Materi berikutnya disampaikan Andreas Sular dengan tema “Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru Pendidikan Agama Katolik”. Pembahasan ini melengkapi dua materi sebelumnya dengan perhatian pada kemampuan guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran. Kompetensi pedagogik menjadi salah satu unsur penting agar materi pendidikan agama dapat disampaikan sesuai kebutuhan dan perkembangan peserta didik.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga menerima pemaparan kebijakan teknis Kementerian Agama dari Pembimas Katolik Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah, Sandra Mariyus Adipa.
Di penghujung kegiatan, suasana haru mewarnai penyerahan bingkisan dari para guru KKG dan MGMP kepada Yuberto Adil sebagai ungkapan terima kasih menjelang purna tugasnya yang dimulai pada 1 November 2026. Andreas Sular, yang telah purna tugas sejak Januari 2026, juga menerima kenang-kenangan dari para guru.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan foto bersama. Melalui pertemuan ini, KKG dan MGMP Pendidikan Agama Katolik se-Barito Selatan diharapkan terus menjadi ruang belajar bersama bagi para guru untuk memperkuat spiritualitas, meningkatkan kompetensi, dan menghadirkan keteladanan iman dalam mendidik generasi muda.