Buntok (Humas) Kesabaran dan penguasaan diri menjadi bekal penting bagi aparatur sipil negara (ASN) dalam menjalankan tugas pelayanan. Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kemenag Barito Selatan, Hesti Rayani, mengajak pegawai menjadikan iman sebagai dasar dalam bersikap, menjaga perkataan, dan melayani masyarakat dengan tulus.
Pesan tersebut disampaikan dalam ibadah rutin awal minggu Bimas Kristen Kemenag Barito Selatan. Hesti mengingatkan, tantangan pekerjaan tidak boleh menjadi alasan bagi pegawai untuk kehilangan kendali diri maupun mengabaikan tanggung jawab.
“Sebagai pelayan Tuhan dan ASN, kita harus mampu mengendalikan diri, menjaga perkataan, serta menghadapi setiap persoalan dengan hati yang tenang dan pikiran yang jernih. Jangan sampai emosi menghalangi kita untuk menjalankan tanggung jawab dengan baik,” pesan Hesti Rayani.
Menurut Hesti, sikap saling menghargai dan kepedulian terhadap sesama perlu diwujudkan melalui tindakan sederhana di lingkungan kerja. Pegawai tidak harus menunggu diminta untuk membantu atau mengharapkan pujian atas kebaikan yang dilakukan.
“Kita tidak perlu menunggu diminta atau mengharapkan pujian untuk berbuat baik. Lakukan apa yang bisa kita lakukan dengan tulus. Hal sederhana yang kita kerjakan dengan kasih bisa sangat berarti bagi orang lain,” tambahnya.
Sementara itu, Penyuluh Agama Kristen, Delita Wati Manulang, membawakan renungan bertema Tuhan Memiliki Waktu yang Indah, berdasarkan Pengkhotbah 3:11a yang berbunyi, “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.”
Delita mengajak pegawai memahami bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai harapan. Ada pekerjaan yang selesai dengan mudah, tetapi ada pula persoalan yang membutuhkan kesabaran dan proses lebih panjang. Dalam situasi tersebut, firman Tuhan mengingatkan pentingnya tetap bersyukur dan menjalani tanggung jawab dengan sikap yang benar.
Nilai tersebut, lanjut Delita, dapat diterapkan melalui kebiasaan membantu rekan kerja, menjaga ucapan, menghargai perbedaan pendapat, serta menyelesaikan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab.
“Di tempat kerja, kita bertemu dengan orang-orang yang memiliki karakter dan pemikiran berbeda. Karena itu, kita perlu belajar mengendalikan diri, menjaga ucapan, dan tetap menghargai satu sama lain. Dengan begitu, kita dapat bekerja dengan lebih baik dan menjadi berkat bagi orang lain,” ujarnya.
Ibadah yang diikuti pegawai Bimas Kristen tersebut juga diisi dengan pujian yang dipimpin Yetriani. Melalui ibadah ini, pegawai diajak membawa nilai kasih, kesabaran, dan kepedulian ke dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, termasuk saat memberikan pelayanan kepada masyarakat.