Buntok (Humas) – Menghayati dan menjalankan ajaran Dharma dalam kehidupan sehari-hari menjadi pesan utama Dharma Wacana yang disampaikan staf Bimas Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, Miadi, dalam Ibadah Basarah Pitra Yadnya keluarga besar Holson K. Jamo di Desa Tarusan, Senin (26/10/2026). Melalui Panaturan Pasal 41, umat diajak kembali mengingat ajaran Dharma agar tidak dilupakan oleh generasi penerus.
Miadi, yang hadir bersama Penyuluh Agama Hindu Kemenag Barito Selatan, Nurhati, membawakan materi tentang Bawi Ayah turun ke bumi untuk memberitahukan bahwa banyak keturunan manusia telah melupakan ajaran Dharma. Pesan tersebut menjadi bahan perenungan bagi umat agar tetap berpegang pada tuntunan agama dalam menjalani kehidupan.
Dalam Dharma Wacana, Miadi mengajak umat tidak hanya memahami ajaran Dharma secara lisan, tetapi juga menerapkannya melalui sikap, perkataan, dan perbuatan, baik dalam keluarga maupun di tengah masyarakat.
“Pesan Panaturan Pasal 41 mengingatkan kita agar tidak melupakan ajaran Dharma. Ajaran ini perlu terus dihayati dan dijalankan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga menjadi pedoman dalam bersikap dan bertindak,” ujar Miadi.
Ia juga mengajak keluarga untuk berperan aktif mewariskan nilai-nilai keagamaan kepada anak-anak. Keteladanan orang tua menjadi salah satu cara untuk membantu generasi muda mengenal, memahami, dan menjalankan ajaran Dharma.
“Dharma jangan hanya dipahami sebagai ajaran yang kita dengar saat beribadah. Nilai-nilainya harus terlihat dalam kehidupan keluarga dan masyarakat, serta diwariskan kepada anak-anak melalui bimbingan dan teladan yang baik,” tambahnya.
Sementara itu, Penyuluh Agama Hindu Kemenag Barito Selatan, Nurhati, turut mendampingi kegiatan tersebut sebagai bagian dari pelayanan bimbingan keagamaan kepada umat. Pendampingan ini diharapkan membantu masyarakat memahami ajaran agama dan mengamalkannya dalam kehidupan nyata.
“Pendampingan keagamaan merupakan bagian dari upaya membantu umat memahami ajaran agama secara lebih mendalam. Kami berharap nilai-nilai Dharma terus dipelihara dalam keluarga dan masyarakat, serta diteruskan kepada generasi berikutnya,” ujar Nurhati.
Kegiatan Ibadah Basarah Pitra Yadnya tersebut turut dihadiri Ketua Majelis Resort Kecamatan Dusun Utara, Yuldi Permadi, serta tokoh agama, penghulu, pisur, dan basir. Kegiatan berlangsung bersama keluarga besar Holson K. Jamo di Desa Tarusan.
Melalui Dharma Wacana dan pendampingan keagamaan ini, Bimas Hindu Kemenag Barito Selatan berharap umat semakin memahami pesan Panaturan Pasal 41 dan menjadikan Dharma sebagai pedoman hidup. Penghayatan ajaran agama diharapkan tidak berhenti pada kegiatan ibadah, tetapi diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, keharmonisan keluarga, dan hubungan baik dengan masyarakat.