Buntok (Humas) – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali memperburuk kualitas udara di Barito Selatan membuat apel Kamis pagi, 15 Oktober 2026, dilaksanakan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan. Dalam amanatnya, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, H. Muhamad Irfan, mengajak ASN terus meningkatkan kompetensi, menjaga etika kerja, serta mengisi aplikasi SIAPI secara jujur untuk mencegah benturan kepentingan.
H. M. Irfan mengingatkan bahwa kemampuan pegawai perlu terus dikembangkan agar dapat mengikuti tuntutan pekerjaan dan memberikan pelayanan yang semakin baik. Setiap ASN perlu mengenali potensi dirinya, sekaligus mencari ruang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan tugas masing-masing.
“Setiap pegawai perlu terus menggali potensi diri dan meningkatkan kompetensi. Jangan merasa cukup dengan kemampuan yang sudah dimiliki, tetapi terus belajar agar mampu menjalankan tugas dengan lebih baik,” ujar H. Irfan.
Selain kompetensi, etika dalam berinteraksi dengan pimpinan maupun rekan kerja juga menjadi perhatian. Menurutnya, lingkungan kerja yang sehat tidak hanya dibangun melalui kemampuan menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga melalui sikap saling menghormati, komunikasi yang baik, dan kesadaran menjaga perilaku dalam menjalankan tugas.
“Dalam bekerja, kita tidak hanya dinilai dari hasil pekerjaan, tetapi juga dari cara kita bersikap dan berkomunikasi. Hormati pimpinan, hargai rekan kerja, dan jaga etika dalam setiap interaksi,” katanya.
Irfan juga mengingatkan seluruh ASN untuk segera mengisi aplikasi SIAPI sesuai ketentuan dan kondisi yang sebenarnya. Pengisian tersebut berkaitan dengan upaya pencegahan dan pengelolaan benturan kepentingan (conflict of interest), yakni keadaan ketika kepentingan pribadi berpotensi memengaruhi objektivitas seseorang dalam menjalankan tugas atau mengambil keputusan.
“Pengisian SIAPI jangan dianggap hanya sebagai kewajiban administrasi. Isi dengan jujur sesuai keadaan yang sebenarnya, karena data tersebut berkaitan dengan upaya mencegah dan mengelola benturan kepentingan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa keterbukaan dalam pengisian SIAPI menjadi bagian dari upaya menjaga profesionalitas ASN. Dengan mengungkapkan kondisi yang relevan secara benar, potensi konflik kepentingan dapat dikenali dan ditangani sesuai ketentuan, sehingga pelayanan publik tetap berjalan secara objektif.
“Jangan sampai jabatan atau kewenangan yang kita miliki digunakan untuk menguntungkan diri sendiri, keluarga, atau pihak tertentu. Kita harus menjaga kepercayaan masyarakat dengan bekerja secara jujur dan bertanggung jawab,” tambah Irfan.
Apel tersebut dihadiri Kepala Kantor Kemenag Barsel, seluruh pejabat struktural dan fungsional, ASN PNS dan PPPK, serta PPNPN. Sumiati bertugas sebagai pembawa acara, Alam memimpin doa bersama Dodiansyah, sedangkan Dodiansyah juga bertugas sebagai komandan barisan apel.
Pelaksanaan apel di dalam aula merupakan penyesuaian terhadap kondisi kualitas udara di luar ruangan yang kembali menurun akibat kabut asap karhutla. Langkah ini dilakukan agar kegiatan tetap berlangsung dengan memperhatikan keselamatan dan kesehatan peserta.
Melalui amanat tersebut, seluruh pegawai diharapkan semakin menyadari bahwa peningkatan kemampuan, etika kerja, dan kejujuran dalam memenuhi kewajiban administrasi merupakan bagian penting dari tanggung jawab sebagai aparatur negara. Disiplin tidak hanya terlihat dari kehadiran dalam apel, tetapi juga dari sikap dan kualitas pelayanan yang diberikan setiap hari.