Buntok (Humas) – Pembagian tugas, penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), dan kebutuhan tambahan pegawai menjadi perhatian Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan. Penataan ini diperlukan agar beban kerja setiap pegawai sesuai dengan kebutuhan organisasi dan pelaksanaan tugas di lapangan.
Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Barito Selatan, H. Muhammad Irfan, menyampaikan bahwa pembagian tugas perlu ditinjau kembali dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi dan beban kerja yang ada. Penyesuaian tersebut diharapkan membuat pembagian tanggung jawab lebih sesuai dengan kondisi operasional seksi.
“Pembagian tugas perlu disesuaikan dengan kebutuhan organisasi dan beban kerja agar setiap pegawai memiliki tanggung jawab yang jelas serta sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan tugas,” ujar Irfan.
Selain pembagian tugas, penyusunan SKP juga menjadi perhatian. Irfan mengingatkan agar pegawai menyusun target kinerja secara cermat dan realistis, dengan tetap mengacu pada harapan serta kebutuhan organisasi.
“Penyusunan SKP harus dilakukan dengan cermat dan realistis. Target yang ditetapkan perlu menggambarkan pekerjaan yang benar-benar dilaksanakan sekaligus mendukung pencapaian tujuan organisasi,” katanya.
Dari sisi kebutuhan sumber daya manusia, Alam, staf Seksi Bimas Islam, menyampaikan bahwa penambahan pegawai perlu didasarkan pada hasil analisis beban kerja. Perhitungan tersebut diperlukan agar kebutuhan personel dapat ditentukan secara terukur dan sesuai dengan porsi pekerjaan operasional Bimas Islam.
“Pemenuhan kebutuhan tambahan pegawai perlu didasarkan pada hasil analisis beban kerja agar jumlah pegawai yang dibutuhkan dapat ditentukan secara terukur dan sesuai dengan porsi operasional Seksi Bimas Islam,” ungkap Alam.
Sementara itu, H. Muhammad Sibawaihi, Penyelenggara Zakat dan Wakaf, memberikan masukan mengenai kebutuhan pegawai dengan mempertimbangkan keterbatasan sarana operasional dan kapasitas ruang kerja.
Menurutnya, pemenuhan personel perlu dilakukan secara proporsional dengan memperhatikan kualifikasi yang relevan dan kompetensi teknis yang dibutuhkan.
“Pemenuhan kebutuhan pegawai perlu mempertimbangkan ketersediaan sarana operasional dan kapasitas ruang kerja. Kualifikasi yang relevan serta kompetensi teknis juga perlu menjadi pertimbangan agar penempatan pegawai sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan tugas,” ujar Sibawaihi.
Berbagai masukan tersebut menjadi bahan pertimbangan dalam penataan pembagian tugas, penyusunan target kinerja, dan pemetaan kebutuhan pegawai. Analisis jabatan (ANJAB) dan analisis beban kerja (ABK) diperlukan untuk memberikan gambaran terukur mengenai tanggung jawab pekerjaan dan kebutuhan sumber daya manusia pada masing-masing unit kerja.