Buntok (Humas) – Ketepatan data menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung program bantuan dan perencanaan sarana prasarana pondok pesantren. Untuk memperbaiki kualitas pendataan tersebut, Operator EMIS Pontren Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, Abdul Hadi, mengikuti Coaching Clinic secara daring bersama Tim EMIS Pusat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI melalui Zoom Meeting.
Kegiatan ini membahas pemutakhiran data santri, lembaga pondok pesantren, serta tenaga pendidik agar informasi yang tercatat dalam sistem sesuai dengan kondisi sebenarnya.
“Pemutakhiran data pondok pesantren perlu dilakukan dengan teliti karena data tersebut menjadi salah satu dasar dalam perencanaan program pendidikan Islam. Karena itu, informasi mengenai santri, lembaga, dan tenaga pendidik harus sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujar Abdul Hadi.
Ia menjelaskan, ketepatan data juga berkaitan dengan kebutuhan program bantuan dan kebijakan pengembangan sarana prasarana pondok pesantren. Data yang tidak sesuai dapat memengaruhi proses verifikasi dan perencanaan kebutuhan lembaga.
“Keikutsertaan dalam coaching clinic ini sangat penting untuk menunjang kelancaran program-program bantuan dan kebijakan sarana prasarana pondok pesantren ke depan. Kami perlu memastikan data yang dikelola benar-benar valid agar dapat digunakan sesuai peruntukannya,” katanya.
Selain pemutakhiran data, Tim EMIS Pusat membahas kendala teknis yang kerap dihadapi operator daerah serta memperkenalkan fitur-fitur pembaruan sistem pendataan. Pembahasan ini memberi kesempatan kepada operator untuk berkonsultasi langsung mengenai persoalan yang menghambat proses penginputan maupun sinkronisasi data.
“Melalui forum diskusi interaktif ini, kami bisa berkonsultasi langsung mengenai solusi atas kendala sistem yang dihadapi. Penjelasan dari Tim EMIS Pusat membantu kami memahami langkah yang perlu dilakukan agar proses pengelolaan data di daerah berjalan sesuai ketentuan,” ungkap Abdul Hadi.
Ia juga menilai pemahaman terhadap pembaruan sistem diperlukan agar proses sinkronisasi data di tingkat kabupaten/kota dapat berjalan lebih lancar dan kesalahan penginputan dapat diminimalkan.
“Strategi percepatan sinkronisasi data pondok pesantren menjadi hal yang perlu kami perhatikan. Dengan memahami pembaruan sistem dan melakukan pemeriksaan data secara cermat, kami berharap informasi yang dikirim dapat lebih akurat dan dipertanggungjawabkan,” tambahnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembenahan administrasi pendidikan Islam melalui pemanfaatan sistem digital. Ketelitian operator dan pembaruan data secara berkala diperlukan untuk menjaga kesesuaian informasi antara kondisi lembaga di daerah dan data yang tersimpan dalam sistem nasional.
Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan terus mendorong pengelolaan data pendidikan Islam yang tertib dan terintegrasi. Data yang akurat diharapkan dapat membantu proses perencanaan program, verifikasi kebutuhan, serta pelaksanaan kebijakan bagi pondok pesantren.