Buntok (Humas) – Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, Nurhati, mengajak warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Buntok untuk membersihkan batin melalui pengendalian pikiran, perkataan, dan perbuatan. Pesan tersebut disampaikan dalam bimbingan rohani kepada warga binaan berinisial RH, Selasa (27/10/2026).
Dalam bimbingan itu, Nurhati menyampaikan ajaran kitab suci Sarasamuccaya Sloka 77 tentang pentingnya menjaga kebersihan batin. Menurutnya, pikiran, ucapan, dan tindakan yang tidak baik dapat mengotori batin sehingga seseorang perlu memperbaiki diri sebelum berharap memperoleh ketenangan melalui doa.
“Doa yang kita ucapkan bisa terhambat apabila batin kita masih ternoda oleh Tri Mala. Karena itu, kita perlu menjaga pikiran, perkataan, dan tindakan agar tidak mengarah pada hal-hal yang buruk,” pesan Nurhati
Ia menjelaskan, Tri Mala berkaitan dengan tiga hal yang dapat menodai batin, yakni pikiran yang kotor, perkataan yang tidak baik, serta tindakan yang tercela. Ketiganya perlu dikendalikan agar seseorang mampu menjalani kehidupan dengan lebih baik dan menjaga hubungan yang harmonis dengan sesama.
Melalui ajaran tersebut, warga binaan diajak menjadikan pembinaan rohani sebagai kesempatan untuk mengevaluasi diri, meninggalkan kebiasaan buruk, serta membangun perilaku yang lebih positif dalam kehidupan sehari-hari.
Staf Bimas Hindu Kemenag Barito Selatan, Miadi, turut menjelaskan pentingnya mengamalkan ajaran Tri Kaya Parisudha, yaitu menyucikan pikiran, perkataan, dan perbuatan. Menurutnya, ajaran ini menjadi pedoman untuk membentuk sikap dan perilaku yang baik.
“Dengan mengamalkan Tri Kaya Parisudha, kita belajar menjernihkan hati dan pikiran, menjaga perkataan, serta melakukan perbuatan yang baik. Jika ketiganya dijaga, kita akan lebih mampu menghindari tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” jelas Miadi.
Ia juga mengajak warga binaan untuk memulai perubahan dari hal-hal sederhana, seperti membiasakan berpikir positif, berbicara dengan sopan, dan bertindak sesuai nilai-nilai kebaikan. Perubahan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal dalam menjalani kehidupan sehari-hari, baik selama berada di rutan maupun setelah kembali ke tengah masyarakat.
Kegiatan bimbingan rohani berlangsung khidmat dengan pendampingan petugas Rutan Kelas IIB Buntok, Irfan. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan khidmat.
Melalui bimbingan ini, Bimas Hindu Kemenag Barito Selatan berharap warga binaan dapat semakin memahami nilai-nilai ajaran agama dan menerapkannya dalam kehidupan nyata. Menjaga pikiran, perkataan, dan perbuatan menjadi langkah sederhana untuk memperbaiki diri serta membangun kehidupan yang lebih baik.