Buntok (Humas) Disiplin dan keamanan di sekolah bukan hanya urusan guru. Di MAN Barito Selatan, 20 siswa yang tergabung dalam Polisi Keamanan Sekolah (PKS) mendapat pembinaan langsung dari Satuan Lalu Lintas Kepolisian melalui program Police Goes to School.
Kegiatan berlangsung di Aula MAN Barito Selatan. Para siswa dibekali pemahaman tentang tugas PKS, aturan lalu lintas, pengamanan kegiatan hingga cara menghadapi persoalan di lingkungan sekolah.
Kasatlantas AKP Andri Wicaksono, S.Sos., bersama Aipda M. Rifai, menjelaskan PKS memiliki peran nyata dalam membantu menciptakan lingkungan sekolah yang tertib dan aman.
“PKS bukan sekadar memakai seragam atau atribut. Mereka punya tanggung jawab untuk membantu menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah.”
Menurut AKP Andri Wicaksono, tugas tersebut harus dibarengi kemampuan yang cukup. Karena itu, anggota PKS dibekali pengetahuan lalu lintas, baris-berbaris, dasar perundang-undangan, pencegahan bullying dan penyalahgunaan narkoba, hingga strategi pengamanan.
“Mereka harus tahu bagaimana bertindak dengan benar. Kalau ada persoalan, jangan bertindak sendiri. Pahami situasi dan koordinasikan dengan pihak yang berwenang.”
Di MAN Barito Selatan, anggota PKS berada di bawah bidang Kesiswaan. Mereka membantu menyampaikan imbauan kedisiplinan, menertibkan kegiatan sekolah, membantu pengamanan upacara hingga mengatur arus lalu lintas di depan madrasah.
Kepala MAN Barito Selatan Plus Keterampilan, Hj. Siti Noor Aisyah, mengatakan keberadaan PKS sekaligus menjadi ruang bagi siswa untuk belajar bertanggung jawab.
“Kami ingin PKS tidak hanya menjalankan tugas, tetapi juga menjadi tempat siswa belajar disiplin, bekerja sama dan bertanggung jawab.”
Pembinaan bersama kepolisian, lanjutnya, memberi pengalaman langsung kepada siswa. Mereka belajar menghadapi situasi di lapangan sekaligus memahami batas tugas yang harus dijalankan.
“Dengan pembinaan seperti ini, kami berharap anak-anak lebih percaya diri, disiplin dan memiliki kepedulian terhadap keamanan lingkungan madrasah.”
Setiap anggota PKS juga mendapat Kartu Tanda Anggota (KTA) dan atribut khusus. Bekal tersebut menjadi bagian dari pembinaan agar siswa menjalankan tugas secara terarah dan sesuai arahan madrasah maupun kepolisian.
Program Police Goes to School pun tidak berhenti pada penyampaian materi. Tugas harian anggota PKS menjadi praktik langsung untuk membangun keberanian, kepemimpinan dan kepedulian.
Dari mengatur lalu lintas di depan madrasah hingga membantu pengamanan kegiatan, 20 siswa itu dilatih menjadi bagian dari solusi atas persoalan kedisiplinan dan keamanan di lingkungan sekolah.