Lewati ke konten utama
Logo kantor

Kemenag Barito Selatan

Portal layanan digital terpadu

Baca berita

Menag Suarakan Pendekatan Keagamaan untuk Jaga Lingkungan

Siaran Pers 25 Sep 2026 3 menit baca 64
Menag Suarakan Pendekatan Keagamaan untuk Jaga Lingkungan
Foto utama: Menag Suarakan Pendekatan Keagamaan untuk Jaga Lingkungan
Dengar Berita Siap diputar

Jakarta (Kemenag) — Menteri Agama Nasaruddin Umar menyarankan para imam dan pemimpin agama untuk menggunakan pendekatan keagamaan guna membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, upaya merawat alam merupakan bagian penting dari ikhtiar mewujudkan kehidupan yang damai dan berkelanjutan.

“Mari juga menggunakan bahasa agama untuk menyadarkan diri kita untuk tidak gampang merusak alam. Perusakan alam sudah masuk pada ambang yang sangat membahayakan sekarang ini. Mari kita menyentuh mereka dengan menggunakan bahasa agama agar betul-betul memelihara alam semesta ini,” ujar Menag saat menjadi khatib Salat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (25/9/2026).

Pesan tersebut disampaikan Menag dalam rangkaian International Grand Imam Conference 2026 yang diikuti lebih dari 40 imam besar dari berbagai negara. Dalam khutbahnya, Menag mengangkat dua tema yang dinilai penting bagi masa depan bersama, yakni diplomasi keagamaan dan teologi lingkungan atau ekoteologi.

Menurut Menag, persoalan lingkungan tidak cukup dihadapi melalui pendekatan teknis maupun regulasi. Kesadaran keagamaan dapat menjadi bagian dari upaya membangun tanggung jawab manusia terhadap alam karena menyentuh dimensi batin dan moral masyarakat.

Menag mengaitkan kelestarian lingkungan dengan kehidupan manusia. Menurutnya, perdamaian tidak dapat dilepaskan dari kondisi alam yang terjaga. Sebaliknya, kerusakan lingkungan akibat eksploitasi yang melampaui batas dapat membawa dampak serius bagi kehidupan manusia.

“Jika kita ingin hidup damai di muka bumi ini, persyaratannya adalah kita harus merawat dan memelihara alam. Tapi sebaliknya, jika kita melakukan perusakan alam, mengeksploitasi alam melampaui batas, maka kita sesungguhnya akan mengundang kiamat itu akan datang lebih awal,” katanya.

Menag menilai para imam memiliki posisi strategis untuk menyampaikan pesan tersebut kepada masyarakat. Kedekatan imam dengan umat dan legitimasi keagamaan yang dimiliki dapat menjadi modal untuk menerjemahkan kepedulian terhadap lingkungan ke dalam nilai-nilai yang dipahami dan diamalkan masyarakat.

Dalam khutbahnya, Menag sebelumnya juga menjelaskan bahwa peran imam di era modern tidak terbatas pada kepemimpinan ibadah. Imam dapat berperan sebagai pendidik perdamaian, pembangun jembatan antarkomunitas, dan diplomat masyarakat, termasuk dalam mendorong kepedulian terhadap lingkungan.

Ia berharap pertemuan para imam besar dunia di Jakarta menghasilkan kesepakatan mengenai diplomasi keagamaan dan memperkuat kesadaran bersama mengenai tanggung jawab manusia dalam menjaga alam.

“Di sinilah peranan penting hari ini, kita berkumpul bagaimana menggunakan bahasa agama untuk membangkitkan kesadaran kemanusiaan pada kita semuanya di kolong penghuni langit Tuhan Yang Maha Kuasa ini,” tandas Menag.

Icon Portal Kemenag

Akses lebih cepat

Baca berita lebih nyaman dari layar utama HP

Akses layanan, tracking, berita, dan pengaduan lebih cepat dari layar utama HP.

Berita lainnya

Redaksi

Informasi pengelola publikasi.

Bagikan

Sebarkan berita ini ke kanal pilihan.

Rating pembaca

0 rating masuk.

0.0

0 rating masuk

Reaksi Cepat

Apa kesan Anda?

Sekali klik

Komentar Pembaca

Tanggapan berita

0

Belum ada komentar yang tampil.

Tinggalkan Tanggapan

Komentar dan rating

Rating

Ringkasan

Info cepat berita.

Tanggal
25 Sep 2026
Kategori
Siaran Pers
Durasi
3 menit
Buka sumber Unduh PDF

Publikasi

Kirim bahan berita kegiatan Anda

Pegawai dan unit kerja dapat mengirim bahan kegiatan untuk diproses Tim Humas.

Kirim berita


Terima kasih, bahan berita diterima.