Buntok (Humas) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, H. Hairil Saleh Al Zainudin, mengisi khutbah Jumat di Masjid Siratul Jannah, Buntok. Dalam khutbahnya, ia mengajak jamaah memperkuat ketakwaan dan menjaga hubungan baik dengan sesama manusia, terutama kepada kedua orangtua.
Kakankemenag mengawali khutbah dengan menjelaskan makna takwa secara bahasa. Kata taqwa berasal dari kata dalam bahasa Arab, waqa–yaqi–wiqayah, yang berkaitan dengan makna menjaga, melindungi, berhati-hati, dan menutupi diri dari sesuatu yang dapat membawa keburukan.
“Taqwa itu berasal dari kata waqa, yaqi, wiqayah, yang memiliki arti menjaga, melindungi dan berhati-hati. Jadi, ketakwaan bukan hanya ucapan, tetapi bagaimana kita menjaga diri dalam kehidupan,” ujar H. Hairil Saleh dalam khutbahnya.
Menurutnya, ketakwaan tidak berhenti pada hubungan manusia dengan Allah SWT. Nilai tersebut juga tercermin dalam cara seseorang memperlakukan orang lain. Salah satu hubungan yang memiliki kedudukan penting adalah hubungan dengan kedua orangtua.
“Menjaga hubungan habluminannas berarti menjaga hubungan kita dengan sesama manusia. Dan salah satu yang harus kita jaga adalah hubungan dengan kedua orangtua,” katanya.
Kakankemenag mengingatkan jamaah agar tidak mengabaikan orangtua, terlebih ketika keduanya masih hidup. Sikap hormat, perhatian, membantu kebutuhan mereka, serta menjaga ucapan menjadi bagian dari praktik ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan sampai kita sibuk memperbaiki hubungan dengan orang lain, tetapi hubungan dengan orangtua justru kita abaikan. Selagi mereka masih ada, berikan perhatian, hormati dan bahagiakan mereka,” tutur H. Hairil Saleh.
Ia juga mengajak jamaah menjadikan ketakwaan sebagai pedoman dalam membangun hubungan sosial. Menurutnya, kualitas ibadah seseorang semestinya tercermin dalam sikap dan perilakunya kepada lingkungan sekitar.
Khutbah tersebut menjadi pengingat bahwa ketakwaan memiliki dimensi yang luas. Bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga bagaimana seseorang menjaga hubungan dengan keluarga, orangtua dan masyarakat.
Sebab, menjaga hubungan dengan orangtua bukan sekadar kewajiban keluarga, tetapi bagian dari cara seorang Muslim menerjemahkan ketakwaan dalam kehidupan nyata.
Khutbah di Masjid Siratul Jannah, Kakankemenag Barsel Ajak Jamaah Perkuat Takwa dan Jaga Habluminannas
Akses lebih cepat
Baca berita lebih nyaman dari layar utama HP
Akses layanan, tracking, berita, dan pengaduan lebih cepat dari layar utama HP.
Redaksi
Informasi pengelola publikasi.
Editor
Abdul Wahid, S.Pd.I
Penata Layanan Operasional
Narahubung
Muhammad Abduh - 62852445****
Sub Bagian Tata Usaha
Rating pembaca
0 rating masuk.
0.0
0 rating masuk
Reaksi Cepat
Apa kesan Anda?
Komentar Pembaca
Tanggapan berita
Belum ada komentar yang tampil.
Berita lainnya
Publikasi terbaru yang bisa dibaca berikutnya.
Menag Suarakan Pendekatan Keagamaan untuk Jaga Lingkungan
25 Sep 2026
Kalimantan Timur Juara Umum MTQ Nasional 2026, Jakarta Tuan Rumah 2027
25 Sep 2026
Lindungi Anak di Ruang Digital, Kemenag Atur Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan Keagamaan
25 Sep 2026
Urai Masalah Aset Umat, BPN Cek Indikasi Tumpang Tindih Tanah Wakaf di Barsel
25 Sep 2026
Berita terkait
Bacaan yang masih satu konteks.
Menag Suarakan Pendekatan Keagamaan untuk Jaga Lingkungan
Jakarta (Kemenag) — Menteri Agama Nasaruddin Umar menyarankan para imam dan pemimpin agama untuk menggunakan pendekatan keagamaan guna membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, upaya merawat...
Kalimantan Timur Juara Umum MTQ Nasional 2026, Jakarta Tuan Rumah 2027
Kalimantan Timur ditetapkan sebagai Juara Umum Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026. Kafilah Kalimantan Timur meraih 288 poin, disusul Jawa Tengah dengan 208 poin dan DKI Jakarta 129 poin. Penetap...
Lindungi Anak di Ruang Digital, Kemenag Atur Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan Keagamaan
Kementerian Agama mengatur penggunaan gawai di lingkungan satuan pendidikan untuk menciptakan ruang belajar yang lebih aman dan kondusif. Pengaturan tidak hanya berlaku bagi murid selama berada di satuan pendidikan ke...
Publikasi
Kirim bahan berita kegiatan Anda
Pegawai dan unit kerja dapat mengirim bahan kegiatan untuk diproses Tim Humas.
Kirim berita
Khutbah di Masjid Siratul Jannah, Kakankemenag Barsel Ajak Jamaah Perkuat Takwa dan Jaga Habluminannas
Khutbah di Masjid Siratul Jannah, Kakankemenag Barsel Ajak Jamaah Perkuat Takwa dan Jaga Habluminannas
Buntok (Humas) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, H. Hairil Saleh Al Zainudin, mengisi khutbah Jumat di Masjid Siratul Jannah, Buntok. Dalam khutbahnya, ia mengajak jamaah memperkuat ketakwaan dan menjaga hubungan baik dengan sesama manusia, terutama kepada kedua orangtua.
Kakankemenag mengawali khutbah dengan menjelaskan makna takwa secara bahasa. Kata taqwa berasal dari kata dalam bahasa Arab, waqa–yaqi–wiqayah, yang berkaitan dengan makna menjaga, melindungi, berhati-hati, dan menutupi diri dari sesuatu yang dapat membawa keburukan.
“Taqwa itu berasal dari kata waqa, yaqi, wiqayah, yang memiliki arti menjaga, melindungi dan berhati-hati. Jadi, ketakwaan bukan hanya ucapan, tetapi bagaimana kita menjaga diri dalam kehidupan,” ujar H. Hairil Saleh dalam khutbahnya.
Menurutnya, ketakwaan tidak berhenti pada hubungan manusia dengan Allah SWT. Nilai tersebut juga tercermin dalam cara seseorang memperlakukan orang lain. Salah satu hubungan yang memiliki kedudukan penting adalah hubungan dengan kedua orangtua.
“Menjaga hubungan habluminannas berarti menjaga hubungan kita dengan sesama manusia. Dan salah satu yang harus kita jaga adalah hubungan dengan kedua orangtua,” katanya.
Kakankemenag mengingatkan jamaah agar tidak mengabaikan orangtua, terlebih ketika keduanya masih hidup. Sikap hormat, perhatian, membantu kebutuhan mereka, serta menjaga ucapan menjadi bagian dari praktik ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan sampai kita sibuk memperbaiki hubungan dengan orang lain, tetapi hubungan dengan orangtua justru kita abaikan. Selagi mereka masih ada, berikan perhatian, hormati dan bahagiakan mereka,” tutur H. Hairil Saleh.
Ia juga mengajak jamaah menjadikan ketakwaan sebagai pedoman dalam membangun hubungan sosial. Menurutnya, kualitas ibadah seseorang semestinya tercermin dalam sikap dan perilakunya kepada lingkungan sekitar.
Khutbah tersebut menjadi pengingat bahwa ketakwaan memiliki dimensi yang luas. Bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga bagaimana seseorang menjaga hubungan dengan keluarga, orangtua dan masyarakat.
Sebab, menjaga hubungan dengan orangtua bukan sekadar kewajiban keluarga, tetapi bagian dari cara seorang Muslim menerjemahkan ketakwaan dalam kehidupan nyata.
Akses lebih cepat
Baca berita lebih nyaman dari layar utama HP
Akses layanan, tracking, berita, dan pengaduan lebih cepat dari layar utama HP.
Redaksi
Editor
ProfilAbdul Wahid, S.Pd.I
Penata Layanan Operasional
Narahubung
Muhammad Abduh - 62852445****
Sub Bagian Tata Usaha
Reaksi Cepat
Apa kesan Anda setelah membaca?
Komentar Pembaca
Tanggapan untuk berita ini
Berita Terkait
Baca kabar lainnya
25 Sep 2026
Menag Suarakan Pendekatan Keagamaan untuk Jaga Lingkungan
Jakarta (Kemenag) — Menteri Agama Nasaruddin Umar menyarankan para imam dan pemimpin agama untuk menggunakan pendekatan keagamaan guna membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, upaya merawat...
25 Sep 2026
Kalimantan Timur Juara Umum MTQ Nasional 2026, Jakarta Tuan Rumah 2027
Kalimantan Timur ditetapkan sebagai Juara Umum Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026. Kafilah Kalimantan Timur meraih 288 poin, disusul Jawa Tengah dengan 208 poin dan DKI Jakarta 129 poin. Penetap...
25 Sep 2026
Lindungi Anak di Ruang Digital, Kemenag Atur Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan Keagamaan
Kementerian Agama mengatur penggunaan gawai di lingkungan satuan pendidikan untuk menciptakan ruang belajar yang lebih aman dan kondusif. Pengaturan tidak hanya berlaku bagi murid selama berada di satuan pendidikan ke...