Lewati ke konten utama
Logo kantor

Kemenag Barito Selatan

Portal layanan digital terpadu

Baca berita

Khutbah di Masjid Siratul Jannah, Kakankemenag Barsel Ajak Jamaah Perkuat Takwa dan Jaga Habluminannas

Pembinaan Umat 25 Sep 2026 2 menit baca 40
Khutbah di Masjid Siratul Jannah, Kakankemenag Barsel Ajak Jamaah Perkuat Takwa dan Jaga Habluminannas
Foto utama: Khutbah di Masjid Siratul Jannah, Kakankemenag Barsel Ajak Jamaah Perkuat Takwa dan Jaga Habluminannas
Dengar Berita Siap diputar

Buntok (Humas) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, H. Hairil Saleh Al Zainudin, mengisi khutbah Jumat di Masjid Siratul Jannah, Buntok. Dalam khutbahnya, ia mengajak jamaah memperkuat ketakwaan dan menjaga hubungan baik dengan sesama manusia, terutama kepada kedua orangtua.

Kakankemenag mengawali khutbah dengan menjelaskan makna takwa secara bahasa. Kata taqwa berasal dari kata dalam bahasa Arab, waqa–yaqi–wiqayah, yang berkaitan dengan makna menjaga, melindungi, berhati-hati, dan menutupi diri dari sesuatu yang dapat membawa keburukan.

“Taqwa itu berasal dari kata waqa, yaqi, wiqayah, yang memiliki arti menjaga, melindungi dan berhati-hati. Jadi, ketakwaan bukan hanya ucapan, tetapi bagaimana kita menjaga diri dalam kehidupan,” ujar H. Hairil Saleh dalam khutbahnya.

Menurutnya, ketakwaan tidak berhenti pada hubungan manusia dengan Allah SWT. Nilai tersebut juga tercermin dalam cara seseorang memperlakukan orang lain. Salah satu hubungan yang memiliki kedudukan penting adalah hubungan dengan kedua orangtua.

“Menjaga hubungan habluminannas berarti menjaga hubungan kita dengan sesama manusia. Dan salah satu yang harus kita jaga adalah hubungan dengan kedua orangtua,” katanya.

Kakankemenag mengingatkan jamaah agar tidak mengabaikan orangtua, terlebih ketika keduanya masih hidup. Sikap hormat, perhatian, membantu kebutuhan mereka, serta menjaga ucapan menjadi bagian dari praktik ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan sampai kita sibuk memperbaiki hubungan dengan orang lain, tetapi hubungan dengan orangtua justru kita abaikan. Selagi mereka masih ada, berikan perhatian, hormati dan bahagiakan mereka,” tutur H. Hairil Saleh.

Ia juga mengajak jamaah menjadikan ketakwaan sebagai pedoman dalam membangun hubungan sosial. Menurutnya, kualitas ibadah seseorang semestinya tercermin dalam sikap dan perilakunya kepada lingkungan sekitar.

Khutbah tersebut menjadi pengingat bahwa ketakwaan memiliki dimensi yang luas. Bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga bagaimana seseorang menjaga hubungan dengan keluarga, orangtua dan masyarakat.

Sebab, menjaga hubungan dengan orangtua bukan sekadar kewajiban keluarga, tetapi bagian dari cara seorang Muslim menerjemahkan ketakwaan dalam kehidupan nyata.

Icon Portal Kemenag

Akses lebih cepat

Baca berita lebih nyaman dari layar utama HP

Akses layanan, tracking, berita, dan pengaduan lebih cepat dari layar utama HP.

Berita lainnya

Redaksi

Informasi pengelola publikasi.

Abdul Wahid, S.Pd.I

Editor

Abdul Wahid, S.Pd.I

Penata Layanan Operasional

Muhammad Abduh

Narahubung

Muhammad Abduh - 62852445****

Sub Bagian Tata Usaha

Bagikan

Sebarkan berita ini ke kanal pilihan.

Rating pembaca

0 rating masuk.

0.0

0 rating masuk

Reaksi Cepat

Apa kesan Anda?

Sekali klik

Komentar Pembaca

Tanggapan berita

0

Belum ada komentar yang tampil.

Tinggalkan Tanggapan

Komentar dan rating

Rating

Ringkasan

Info cepat berita.

Tanggal
25 Sep 2026
Kategori
Pembinaan Umat
Durasi
2 menit
Unduh PDF

Publikasi

Kirim bahan berita kegiatan Anda

Pegawai dan unit kerja dapat mengirim bahan kegiatan untuk diproses Tim Humas.

Kirim berita


Terima kasih, bahan berita diterima.