Buntok (Humas) – Kematian tidak hanya menjadi peristiwa yang meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga bagian dari perjalanan kehidupan yang perlu dipahami secara spiritual. Pesan itu disampaikan Penyuluh Agama Hindu (PAH) Nurhati saat Bimas Hindu memberikan pelayanan keagamaan dalam Pitra Yadnya almarhum Riodi SL, mantan Kepala Desa Muara Ripung, Rabu (7/10/2026).
Nurhati menjelaskan, dalam ajaran Hindu, kematian berkaitan dengan kembalinya unsur-unsur pembentuk tubuh manusia ke alam semesta. Pemahaman tersebut menjadi bagian dari renungan bagi keluarga yang sedang menghadapi kehilangan.
“Hakikat kematian merupakan wujud pengembalian unsur Panca Maha Bhuta kembali ke alam semesta,” ujar Nurhati.
Ia juga mengajak keluarga memahami kematian melalui renungan suci yang bersumber dari Bhagavadgita II.22. Dalam ajaran tersebut, kematian dipahami sebagai proses berpisahnya badan kasar atau jasmani dengan Atma.
“Dalam Bhagavadgita II.22, kematian merupakan proses alami pemisahan antara badan kasar atau jasmani dan badan halus, yaitu Atma,” katanya.
Pendampingan keagamaan juga diberikan Miadi selaku staf Bimas Hindu. Ia menjelaskan bahwa Pitra Yadnya tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan ritual, tetapi juga menjadi bentuk pemenuhan kewajiban moral keluarga kepada orang tua dan leluhur.
“Pelaksanaan Pitra Yadnya merupakan wujud nyata dari pemenuhan kewajiban moral untuk melunasi hutang budi kepada orang tua dan leluhur atau Pitra Rna,” ujar Miadi.
Menurutnya, keluarga juga diajak menjalani proses kedukaan dengan perlahan melepaskan keterikatan emosional terhadap kehidupan duniawi, sembari tetap menghormati dan mendoakan mereka yang telah meninggal.
“Keluarga diajak untuk melepaskan keterikatan emosional duniawi secara perlahan dalam proses menerima kepergian orang yang telah meninggal,” katanya.
Pelayanan keagamaan tersebut dilaksanakan Bimas Hindu di Desa Muara Ripung sebagai bentuk kehadiran petugas keagamaan di tengah masyarakat. Miadi mendampingi Nurhati dalam memberikan pelayanan pada rangkaian Pitra Yadnya almarhum Riodi SL.
Kegiatan tersebut turut dihadiri tokoh agama, MK-AHK Rudi H., serta masyarakat setempat. Kehadiran mereka menjadi bagian dari pendampingan kepada keluarga dalam menjalankan rangkaian Pitra Yadnya sekaligus memahami makna keagamaan di balik ritual tersebut.