Buntok (Humas) – Perjalanan pulang-pergi sekitar enam jam menuju Desa Bintang Ara, Kecamatan Gunung Bintang Awai, tidak menyurutkan pembinaan keagamaan Hindu bagi anak-anak Pasraman Buen Pakat Erai Alan. Penyuluh Agama Hindu (PAH) Miyah bersama PLO Jumrani tetap melaksanakan pembinaan pada Rabu (7/10/2026).
Dalam pembinaan tersebut, Miyah menyampaikan materi tentang Brahmacari kepada anak-anak Pasraman. Materi diarahkan pada pemahaman tentang pentingnya menjalani masa belajar dengan disiplin serta membangun pengendalian diri dalam kehidupan sehari-hari.
“Brahmacari tidak hanya berkaitan dengan belajar, tetapi juga bagaimana anak-anak belajar mengendalikan diri, menjaga sikap, dan menggunakan masa belajar dengan baik,” ujar Miyah.
Menurut Miyah, pemahaman tersebut penting ditanamkan sejak dini agar ajaran yang dipelajari di Pasraman tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak-anak perlu memahami bahwa belajar dan membentuk diri adalah bagian penting dalam menjalani kehidupan. Apa yang dipelajari di Pasraman diharapkan dapat menjadi pedoman dalam keseharian,” katanya.
Ketua Pasraman Buen Pakat Erai Alan, Hardiansyah, berharap keberadaan Pasraman di Desa Bintang Ara terus mendapat perhatian dari Satuan Kerja Bimas Hindu Kementerian Agama. Ia meminta program bantuan untuk Pasraman tetap diperjuangkan sehingga dapat mendukung perkembangan lembaga pendidikan keagamaan tersebut.
“Kami berharap Satker Bimas Hindu tetap memperjuangkan Pasraman kami agar bisa mendapatkan bantuan yang memang sudah menjadi program Kementerian Agama,” kata Hardiansyah.
Menurutnya, dukungan tersebut dibutuhkan untuk membantu Pasraman terus berkembang dan memberikan pembelajaran agama Hindu kepada anak-anak di wilayah tersebut.
“Saat ini sudah banyak kemajuan, terutama dari sisi pengetahuan anak-anak tentang ajaran Hindu. Oleh karena itu, kami berharap bimbingan dan perhatian terhadap Pasraman ini terus berlanjut,” ujarnya.
Pembinaan berlangsung dalam waktu yang terbatas karena perjalanan menuju Desa Bintang Ara membutuhkan waktu cukup panjang. Meski demikian, kondisi tersebut tidak mengurangi semangat PAH dan PLO untuk tetap mendatangi Pasraman dan memberikan pembinaan secara langsung.
Pasraman Buen Pakat Erai Alan sendiri dinilai telah menunjukkan perkembangan dalam pengetahuan anak-anak terhadap ajaran Hindu. Pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan dapat membantu mempertahankan perkembangan tersebut sekaligus memperluas pemahaman keagamaan para peserta didik.