Buntok (Humas) – Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan memberikan edukasi kepada siswa SDN 3 Buntok melalui kegiatan penyuluhan keagamaan bertema “Aku Penjaga Ciptaan Tuhan” dengan subtema “Mengenal Bahaya Asap dan Karhutla”, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada generasi muda sejak dini mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Materi penyuluhan disampaikan oleh Delita Wati Manullang, sementara pujian dipimpin oleh Yemima Pisi. Kegiatan turut didampingi Guru Agama Kristen SDN 3 Buntok, Ibu Ariena.
Dalam penyampaiannya, Delita mengajak para siswa memahami bahwa alam beserta seluruh isinya merupakan ciptaan Tuhan yang harus dijaga, dirawat, dan dipelihara dengan penuh tanggung jawab.
Pesan tersebut dikaitkan dengan Mazmur 24:1, yang mengajarkan bahwa bumi dan segala isinya adalah milik Tuhan. “Sebagai anak-anak Tuhan, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga ciptaan Tuhan.
Menjaga lingkungan bukan hanya tugas orang dewasa, tetapi dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan setiap hari,” ujar Delita.
Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai bahaya asap akibat karhutla serta dampaknya terhadap kesehatan manusia, hewan, tumbuhan, dan lingkungan.
Mereka diajak menyadari bahwa tindakan sederhana seperti bermain api, membakar sesuatu sembarangan, maupun tidak menjaga kebersihan dapat menimbulkan dampak yang besar bagi lingkungan.
Untuk memudahkan siswa memahami pesan yang disampaikan, penyuluh memperkenalkan konsep “5J”, yakni Jangan bermain api, Jangan membakar sembarangan, Jaga kebersihan, Jaga tumbuhan dan hewan, serta Jelaskan kepada orang lain.
Melalui konsep tersebut, siswa didorong untuk menjadi pribadi yang peduli, bertanggung jawab, dan berani mengingatkan orang lain mengenai pentingnya menjaga lingkungan serta mencegah terjadinya karhutla.
Kegiatan berlangsung interaktif dan menyenangkan. Para siswa tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga diajak menjawab berbagai pertanyaan serta mengikuti permainan “Boleh atau Tidak Boleh?” untuk menguji pemahaman mereka mengenai perilaku yang aman dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Suasana semakin semarak dengan yel-yel “Aku Anak Tuhan, Aku Peduli Lingkungan” yang diikuti dengan antusias oleh para siswa. Guru Agama Kristen SDN 3 Buntok, Ibu Ariena, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, edukasi mengenai bahaya asap dan karhutla sangat penting diberikan kepada anak-anak sejak dini agar mereka memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Materi seperti ini sangat penting bagi anak-anak, karena sejak dini mereka perlu memahami bagaimana menjaga lingkungan dan mengetahui bahaya yang dapat ditimbulkan oleh asap maupun karhutla. Dengan demikian, mereka dapat menerapkan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Melalui penyuluhan tersebut, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Barito Selatan berharap nilai-nilai keagamaan dapat menjadi landasan bagi siswa dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan. Kesadaran sejak dini diharapkan mampu membentuk generasi yang tidak hanya memiliki iman, tetapi juga peduli dan bertanggung jawab dalam menjaga ciptaan Tuhan.