Buntok (Humas) – Kegagalan dan rasa tidak layak bukan alasan untuk berhenti berharap. Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, Yemima Pisi, bersama rekannya mengajak warga binaan Rutan Buntok berani kembali kepada Tuhan dan menjadikan iman sebagai awal perubahan hidup.
Pesan itu disampaikan dalam Penyuluhan Keagamaan di Rutan Buntok, Rabu (9/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelayanan dan pembinaan rohani bagi warga binaan.
Yemima menyampaikan materi bertema “Asal Ku Jamah Jubah-Nya, Aku Pasti Sembuh” berdasarkan Markus 5:21-34. Kisah tentang seorang perempuan yang selama 12 tahun mengalami pendarahan itu mengajarkan keberanian untuk datang kepada Yesus meski berada dalam keterbatasan dan menghadapi penolakan.
Menurut Yemima, keberanian mengambil keputusan iman dapat menjadi langkah awal untuk memperbaiki kehidupan.
“Kadang kita merasa tidak layak dan terlalu banyak mengalami kegagalan. Namun, satu keputusan untuk datang kepada Tuhan dapat menjadi awal perubahan dalam kehidupan kita,” pesan Yemima.
Ia mengajak warga binaan tidak membiarkan masalah, kegagalan, maupun rasa tidak layak menjauhkan mereka dari Tuhan. Setiap orang, kata dia, tetap memiliki kesempatan untuk datang kembali kepada-Nya.
Kegiatan dilanjutkan dengan pujian yang dipimpin Delita Wati Manullang yang membawa suasana menjadi lebih hidup, dan penuh syukur, serta Perjamuan Kudus dilayani oleh Eko Wahyudi. Petugas Rutan Buntok turut mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian.
Salah seorang petugas Rutan Buntok menyampaikan apresiasi atas penyuluhan yang dilaksanakan secara rutin. Menurutnya, pembinaan rohani membantu warga binaan memperoleh penguatan dan motivasi untuk memperbaiki diri.
“Pembinaan rohani sangat penting karena memberikan penguatan, pengharapan, dan motivasi bagi warga binaan untuk memperbaiki diri,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Penyuluh Agama Kristen berharap warga binaan semakin menyadari bahwa tidak ada keadaan yang terlalu jauh untuk datang kepada Tuhan. Dengan iman dan keberanian mengambil keputusan untuk kembali kepada-Nya, selalu ada harapan bagi perubahan dan kehidupan yang lebih baik.