Buntok (Humas) – Bimas Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan melaksanakan Ibadah rutin awal minggu sebagai bentuk pembinaan iman dan penguatan spiritual bagi seluruh jajaran dalam mengawali pelaksanaan tugas dan pelayanan, Senin (7/9/2026).
Ibadah diawali dengan pujian dan penyembahan yang dipimpin oleh Irene, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian renungan firman Tuhan oleh Yemima Pisi berdasarkan (Yohanes 15:5).
Mengangkat tema “Tinggal di Dalam Kristus dan Berbuah”, Yemima mengingatkan, kehidupan orang percaya tidak dapat dipisahkan dari Tuhan. Ia mengibaratkan manusia seperti ranting yang hanya dapat menghasilkan buah jika tetap terhubung dengan pokok anggur.
“Seperti ranting yang tidak dapat berbuah jika terpisah dari pokok anggur, demikian pula kita membutuhkan hubungan yang erat dengan Kristus agar dapat menghasilkan kehidupan yang baik dan menjadi berkat bagi sesama,” ujar Yemima dalam renungannya.
Menurutnya, pekerjaan dan pelayanan tidak cukup dijalankan dengan kemampuan manusia semata. Hubungan yang dekat dengan Tuhan menjadi dasar untuk menghadapi tugas, menjaga sikap, dan mengambil tanggung jawab dengan baik.
“Ketika kita tetap tinggal di dalam Kristus, tugas dan pelayanan kita diharapkan menghasilkan buah berupa kasih, kesetiaan, kerendahan hati, integritas, dan tanggung jawab,” tambahnya.
Kasi Bimas Kristen, Hesti Rayani mengatakan, Ibadah rutin awal minggu menjadi kesempatan bagi jajaran untuk menyegarkan kembali iman sekaligus mempersiapkan diri menjalankan pekerjaan dengan sikap yang benar.
“Kita diingatkan bahwa dalam setiap pekerjaan dan pelayanan, kita harus tetap melekat kepada Tuhan. Ketika kita menjadikan Tuhan sebagai sumber kekuatan, kita akan mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan menghasilkan buah yang baik, bukan hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi masyarakat yang kita layani,” ungkap Hesti.
Ia berharap Pembinaan Rohani tersebut dapat membantu jajaran Bimas Kristen menjalankan tugas dengan semangat, sukacita, integritas, dan rasa tanggung jawab. Dengan demikian, pelayanan keagamaan tidak berhenti pada pelaksanaan tugas, tetapi juga menghadirkan sikap yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Ibadah berlangsung dengan Hikmat, dan penuh Syukur, Kegiatan ditutup dengan harapan agar seluruh jajaran senantiasa mengandalkan Tuhan dalam setiap Pekerjaan dan Pelayanan.