Buntok (Humas) – Masa remaja menjadi waktu penting untuk membentuk karakter dan menentukan arah masa depan. Oleh karena itu, Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan mengajak para pelajar membangun kekuatan hidup yang dicabut pada iman kepada Tuhan, sehingga mampu menjadi pribadi yang percaya diri, berintegritas, dan menjadi teladan bagi lingkungan sekitar.
Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Kristen Eko Wahyudi dalam kegiatan penyuluhan bertema “Kekuatan di Masa Remaja” berdasarkan 1 Timotius 4:12 di SMPN 1 Dusun Selatan, Jumat (24/7/2026).
Melalui tema tersebut, para siswa diajak memahami bahwa kekuatan sejati tidak bersumber dari kemampuan diri sendiri, melainkan dari Tuhan sebagai Pencipta dan sumber hikmat.
“Kekuatan sejati bukan berasal dari kemampuan kita sendiri, tetapi dari Tuhan. Karena Dialah sumber hikmat dan pengetahuan, maka setiap pelajar perlu membangun hubungan yang dekat dengan Tuhan agar mampu menjalani kehidupan dengan bijaksana,” ujar Eko Wahyudi.
Ia mengatakan kedekatan dengan Tuhan akan membentuk karakter yang kuat dan membimbing peserta didik dalam mengambil keputusan yang benar di tengah berbagai tantangan kehidupan remaja.
“Firman Tuhan mengajarkan agar jangan seorang pun menganggap remeh masa muda. Justru sejak remaja kita dipanggil menjadi teladan dalam kata, perilaku laku, kasih, iman, dan kesucian,” katanya.
Eko juga mengajak para siswa memiliki rasa percaya diri yang sehat, berani melakukan hal yang benar, serta menghormati guru dan menaati aturan sekolah maupun peraturan pemerintah sebagai bagian dari pembentukan karakter.
“Percaya diri bukan berarti merasa paling hebat, tetapi berani berbuat benar, menghormati guru, menaati aturan sekolah, serta menjadi warga negara yang taat. Itulah karakter yang harus dimiliki seorang pelajar Kristen,” ujarnya.
Guru Pendidikan Agama Kristen SMPN 1 Dusun Selatan, Ariani, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, pembinaan karakter melalui pendekatan keagamaan sangat dibutuhkan agar peserta didik memiliki pegangan yang kuat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
“Materi yang disampaikan sangat dekat dengan kehidupan remaja. Kami berharap nilai-nilai yang diterima siswa hari ini dapat mereka terapkan, baik di sekolah, keluarga, maupun di lingkungan masyarakat,” ujar Ariani.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi oleh Eko Wahyudi, dilanjutkan doa pembukaan dan firman pelayanan oleh Yemima Pisi, serta doa syafaat oleh Delita Wati Manullang. Kegiatan selanjutnya didampingi Guru Pendidikan Agama Kristen Ariani bersama dewan guru SMPN 1 Dusun Selatan.
Melalui penyuluhan ini, Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan terus memperkuat pelatihan karakter generasi muda sebagai bagian dari implementasi Asta Protas Kementerian Agama. Harapannya, para pelajar tidak hanya memiliki prestasi akademik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, moderat, berintegritas, serta mampu menjadi teladan di keluarga, sekolah, dan masyarakat.