Buntok (Humas) – Data yang tidak sinkron bisa berujung pada persoalan administrasi hingga menghambat proses pencairan dana pendidikan. Karena itu, Operator MIS Al-Hikmah Patas, Ice Tamala, didampingi sejumlah guru, melakukan koordinasi dengan Staf Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag Barito Selatan sekaligus Operator Kabupaten, Yusuf Ramadhani Habibie, untuk memastikan pengelolaan data madrasah berjalan sesuai ketentuan.
Koordinasi tersebut dilakukan sebagai langkah awal Ice Tamala yang baru menjalankan tugas sebagai operator madrasah. Pembahasan diarahkan pada pemahaman teknis serta ketepatan pengelolaan data di sejumlah aplikasi layanan pendidikan madrasah.
Yusuf Ramadhani Habibie menjelaskan, pengelolaan data madrasah tidak cukup hanya dengan mengisi data, tetapi harus memastikan informasi yang tercatat pada berbagai sistem tetap sesuai dan saling mendukung.
“Data yang ada di aplikasi harus diperhatikan dan disesuaikan. Jangan sampai ada perbedaan data yang kemudian menjadi masalah dalam proses administrasi madrasah,” ujar Yusuf.
Menurutnya, operator madrasah perlu memahami fungsi masing-masing aplikasi karena data tersebut berkaitan dengan berbagai kebutuhan layanan pendidikan. Terdapat tujuh sistem utama yang menjadi perhatian dalam koordinasi, yakni PDUM, E-Ijazah, EDM ERKAM, Verval PD, EMIS 4.0, RDM dan Sulingjar.
“Operator perlu memahami alur setiap aplikasi, mulai dari PDUM dan E-Ijazah, kemudian EDM ERKAM, Verval PD, EMIS 4.0, RDM sampai Sulingjar. Masing-masing memiliki fungsi yang berbeda, tetapi datanya saling berkaitan dengan layanan madrasah,” jelasnya.
Bagi Ice Tamala, koordinasi tersebut penting karena dirinya baru mendapat tugas sebagai operator MIS Al-Hikmah Patas. Ia menilai komunikasi dengan Operator Kabupaten diperlukan agar pekerjaan administrasi dan pengelolaan data dapat berjalan lebih tertib.
“Karena saya sebagai operator baru, tentu perlu banyak koordinasi. Kami ingin kerja sama yang baik ini terus berjalan supaya pengelolaan data di madrasah bisa dilakukan dengan benar,” kata Ice.
Ia juga berharap komunikasi dengan pihak Kemenag Barito Selatan dapat membantu dirinya dan guru-guru memahami teknis pengelolaan berbagai aplikasi yang digunakan madrasah.
“Kalau ada yang belum kami pahami, kami bisa langsung berkoordinasi. Jadi, kesalahan dalam penginputan atau pengelolaan data bisa diminimalkan,” ujarnya.
Pengelolaan data yang tertib menjadi bagian penting dalam administrasi madrasah, termasuk untuk mendukung proses layanan yang berkaitan dengan peserta didik, kelulusan, perencanaan dan penganggaran, rapor digital, hingga survei lingkungan belajar.
Kemenag Barito Selatan menyambut baik langkah operator MIS Al-Hikmah Patas tersebut. Koordinasi sejak awal diharapkan dapat membantu madrasah menghindari kesalahan administrasi yang berpotensi mengganggu layanan, termasuk proses pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) maupun Bantuan Operasional Pendidikan (BOP).
Bagi madrasah, ketelitian operator bukan sekadar urusan memasukkan data ke aplikasi. Data yang benar menjadi dasar agar layanan pendidikan, perencanaan anggaran, dan administrasi madrasah dapa