Lewati ke konten utama
Logo kantor

Kemenag Barito Selatan

Portal layanan digital terpadu

Baca berita

Bimas Kristen Barsel: Jangan Merasa Salah Ditempatkan, Ada Tujuan di Balik Setiap Tugas

Bimas Agama 24 Agt 2026 2 menit baca 71
Bimas Kristen Barsel: Jangan Merasa Salah Ditempatkan, Ada Tujuan di Balik Setiap Tugas
Foto utama: Bimas Kristen Barsel: Jangan Merasa Salah Ditempatkan, Ada Tujuan di Balik Setiap Tugas
Dengar Berita Siap diputar

Buntok (Humas) Tantangan dalam pekerjaan tak selalu berarti seseorang berada di tempat yang salah. Bisa jadi, justru di situlah ada tanggung jawab yang harus dijalankan dan kesempatan untuk menjadi berkat.

Pesan itu disampaikan dalam ibadah rutin awal pekan Bimas Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, Senin (24/8/2026). Ibadah mengangkat tema “Tuhan Tidak Pernah Salah Menempatkan Kita” dengan dasar firman Tuhan dari Ester 4:14.

Penyuluh Agama Kristen, Delita Wati Manullang, mengajak jajaran Bimas Kristen melihat setiap tugas sebagai bagian dari tujuan Tuhan.

“Kita mungkin tidak selalu memahami mengapa Tuhan menempatkan kita di tempat tertentu. Namun, kita harus percaya bahwa Tuhan tidak pernah salah menempatkan kita,” kata Delita.

Menurutnya, kisah Ester menunjukkan bahwa posisi yang diberikan kepada seseorang dapat membawa tujuan yang lebih besar. Karena itu, kesulitan dalam pekerjaan tidak semestinya menjadi alasan untuk kehilangan semangat.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita menjalankan tugas dengan setia dan menjadi berkat bagi orang lain,” ujarnya.

Kepala Seksi Bimas Kristen, Hesti Rayani, mengingatkan pesan tersebut perlu dibawa ke dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Setiap tanggung jawab, kata dia, perlu dijalankan dengan rasa syukur, termasuk saat menghadapi berbagai tantangan.

“Dalam setiap tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepada kita hendaknya kita kerjakan dengan hati yang penuh syukur. Jangan mudah mengeluh ketika menghadapi tantangan dalam pekerjaan,” tutur Hesti.

Sementara itu, Yetriani, pelaksana pada Seksi Bimas Kristen, memimpin pujian sebelum jajaran memulai aktivitas pelayanan. Pujian menjadi bagian dari upaya mempersiapkan hati sebelum menjalankan tugas.

“Pelayanan yang kita lakukan adalah bagian dari tanggung jawab kepada Tuhan dan sesama,” kata Yetriani.

Ibadah tersebut kemudian menjadi pengingat bagi jajaran Bimas Kristen untuk tidak sekadar menyelesaikan pekerjaan. Tantangannya adalah menjaga kesetiaan, rasa syukur, dan nilai pelayanan dalam setiap tugas yang dijalankan.

Sebab, bisa jadi tempat yang hari ini terasa berat justru menjadi tempat seseorang dipercaya untuk memberi dampak.

Icon Portal Kemenag

Akses lebih cepat

Baca berita lebih nyaman dari layar utama HP

Akses layanan, tracking, berita, dan pengaduan lebih cepat dari layar utama HP.

Berita lainnya

Bagikan

Sebarkan berita ini ke kanal pilihan.

Rating pembaca

0 rating masuk.

0.0

0 rating masuk

Reaksi Cepat

Apa kesan Anda?

Sekali klik

Komentar Pembaca

Tanggapan berita

0

Belum ada komentar yang tampil.

Tinggalkan Tanggapan

Komentar dan rating

Rating

Ringkasan

Info cepat berita.

Tanggal
24 Agt 2026
Kategori
Bimas Agama
Durasi
2 menit
Unduh PDF

Publikasi

Kirim bahan berita kegiatan Anda

Pegawai dan unit kerja dapat mengirim bahan kegiatan untuk diproses Tim Humas.

Kirim berita


Terima kasih, bahan berita diterima.