Buntok (Humas) – Di tengah kemarau dan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), doa bersama menjadi cara pemerintah dan masyarakat Barito Selatan memanjatkan harapan agar hujan segera turun. Kasi Bimas Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, Hesti Rayani, mengajak seluruh pihak tidak hanya berdoa, tetapi juga menjaga lingkungan bersama.
Pesan itu disampaikan Hesti saat mengikuti Ibadah Bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Selatan, Polres Barito Selatan dan Kodim 1012/Buntok di Aula Setda Kabupaten Barito Selatan, Selasa (1/9/2026) pagi.
Menurut Hesti, doa bersama tersebut menjadi bentuk kepedulian bersama dalam menghadapi kemarau dan dampak karhutla yang dirasakan masyarakat.
“Kegiatan doa bersama ini merupakan wujud kebersamaan dan kepedulian seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi kondisi kemarau dan dampak kebakaran hutan dan lahan,” ujar Hesti.
Ia berharap doa yang dipanjatkan bersama membawa perubahan bagi kondisi Barito Selatan, terutama dengan turunnya hujan yang dapat membantu mengurangi panas dan asap.
“Kami berharap melalui doa bersama ini, Tuhan berkenan mencurahkan hujan di wilayah Barito Selatan, memberikan kesejukan, serta menjaga masyarakat dan lingkungan,” katanya.
Hesti juga mengingatkan bahwa doa perlu berjalan bersama kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, menjaga alam bukan hanya tugas pemerintah, tetapi membutuhkan perhatian dari seluruh lapisan masyarakat.
“Selain berdoa, kita juga perlu terus membangun kepedulian dan menjaga lingkungan bersama,” ucapnya.
Dalam kegiatan tersebut, Kasi Bimas Kristen, Penyuluh Agama Kristen dan PLO Bimas Kristen Kemenag Kabupaten Barito Selatan hadir mengikuti rangkaian ibadah bersama yang dimulai pukul 07.30 WIB.
Ibadah tersebut diikuti unsur Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Selatan, Polres Barito Selatan dan Kodim 1012/Buntok. Doa bersama dipanjatkan sebagai bentuk pengharapan kepada Tuhan agar hujan segera turun, kondisi udara membaik, serta masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman.
Di tengah kondisi kemarau dan asap, kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat kepedulian lintas instansi dan masyarakat dalam menjaga lingkungan serta menghadapi dampak karhutla di Barito Selatan.