Buntok (Humas) Di tengah suasana ruang perawatan yang penuh perjuangan dan harapan, Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan melalui Bimas Kristen menghadirkan pelayanan doa dan pendampingan rohani bagi pasien serta keluarga yang mendampingi di Rumah Sakit Jaraga Sasameh, Senin (8/6/2026).
Kehadiran Penyuluh Agama Kristen Delita Wati Manullang bersama PLO Bimas Kristen itu menjadi bagian dari upaya penguatan spiritual bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa-masa sulit akibat sakit dan proses pemulihan kesehatan.
Dalam pelayanan tersebut, para pasien dan keluarga diberikan penghiburan, penguatan iman, serta motivasi agar tetap memiliki harapan di tengah kondisi yang sedang dihadapi.
“Ketika seseorang sedang sakit, bukan hanya tubuh yang membutuhkan perhatian, tetapi juga hati dan jiwanya. Karena itu kami hadir untuk mengajak mereka tetap percaya bahwa Tuhan menyertai setiap proses yang dijalani,” ujar Delita Wati Manullang.
Menurutnya, doa menjadi sarana penting untuk membangun ketenangan batin sekaligus menumbuhkan optimisme dalam menghadapi berbagai pergumulan hidup.
“Melalui doa, kita belajar menyerahkan segala kekhawatiran kepada Tuhan. Dari sana lahir kekuatan, pengharapan, damai sejahtera, dan keyakinan untuk terus melangkah menjalani proses kesembuhan,” katanya.
Sementara itu, PLO Bimas Kristen menyampaikan bahwa pelayanan rohani kepada masyarakat, termasuk mereka yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit, merupakan bagian dari komitmen Bimas Kristen dalam mendampingi umat.
“Kehadiran kami bukan sekadar berkunjung, tetapi membawa dukungan spiritual agar umat merasakan bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi persoalan hidup,” ujarnya.
Ia menambahkan, Bimas Kristen Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan akan terus memperluas pelayanan pembinaan dan pendampingan rohani kepada masyarakat yang membutuhkan penguatan iman di berbagai situasi kehidupan.
“Kami ingin pelayanan keagamaan dapat dirasakan langsung oleh umat, terutama mereka yang sedang membutuhkan penghiburan, semangat, dan dukungan spiritual,” tambahnya.
Jemaat dan warga yang menerima pelayanan menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka mengaku terbantu secara batin dan merasa lebih tenang setelah mengikuti doa bersama serta mendapatkan pendampingan rohani dari petugas.
Pelayanan ini menjadi salah satu bentuk kehadiran Kementerian Agama di tengah masyarakat, tidak hanya melalui pembinaan keagamaan, tetapi juga melalui sentuhan kemanusiaan yang memberikan harapan dan penguatan bagi mereka yang sedang menghadapi masa pemulihan.