Buntok (Humas) – Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai semakin tebal menjadi perhatian Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan (Kemenag Barsel), Miyah. Saat menjadi pembina apel Kamis, 13 Agustus 2026, di halaman Kantor Kemenag Barsel, ia mengingatkan seluruh pegawai agar menjaga kesehatan agar aktivitas dan pekerjaan tetap berjalan dengan baik.
Miyah meminta pegawai tidak mengabaikan kondisi udara akibat asap karhutla. Penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan dinilai penting untuk mengurangi paparan asap yang dapat mengganggu kesehatan.
“Karena asap kebakaran hutan semakin tebal, saya mengajak seluruh pegawai untuk menjaga kesehatan. Salah satunya dengan menggunakan masker, terutama saat berada di luar ruangan, agar kesehatan tetap terjaga dan pekerjaan tidak terganggu,” kata Miyah.
Menurutnya, menjaga kondisi tubuh menjadi hal sederhana yang perlu dilakukan di tengah kualitas udara yang kurang baik. Pegawai juga diharapkan memperhatikan kondisi tubuh dan tidak memaksakan diri apabila mengalami gangguan kesehatan.
“Kita sama-sama menjaga kesehatan. Kalau kondisi tubuh baik, kita bisa melaksanakan tugas dengan lebih nyaman. Jadi jangan lupa menggunakan masker dan memperhatikan kesehatan masing-masing,” ujarnya.
Selain mengingatkan soal kesehatan, Miyah menyampaikan informasi terkait kegiatan Penyuluh Agama Hindu (PAH) Barsel yang mengikuti rapat koordinasi secara daring bersama Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu. Kegiatan tersebut membahas review regulasi dan evaluasi kebijakan Direktorat Pendidikan Hindu.
Rapat dibuka langsung oleh Dirjen Bimas Hindu Prof. Nengah Duija dan dipimpin I Ketut Sudarsana dari Subdirektorat Pendidikan Bimas Hindu. Pembahasan diarahkan pada berbagai kebijakan pendidikan Hindu, termasuk hal-hal yang berkaitan dengan kesejahteraan guru-guru Hindu.
“Dalam rapat tersebut dibahas review regulasi dan evaluasi kebijakan Direktorat Pendidikan Hindu. Ini berkaitan dengan kebijakan pendidikan Hindu, termasuk upaya untuk memperhatikan kesejahteraan guru-guru Hindu,” jelas Miyah.
Ia menambahkan, informasi dari pertemuan tersebut menjadi bagian dari perkembangan layanan dan pembinaan pendidikan Hindu yang perlu diketahui oleh para pegawai, khususnya yang berkaitan dengan tugas Penyuluh Agama Hindu di daerah.
“Sebagai penyuluh, kami juga perlu mengikuti perkembangan kebijakan dari Ditjen Bimas Hindu sehingga informasi yang diperoleh dapat kami pahami dan sampaikan kembali kepada umat maupun pihak yang membutuhkan,” tuturnya.
Apel Kamis tersebut diikuti pejabat struktural dan fungsional serta seluruh pegawai Kantor Kemenag Barsel. Selain penyampaian amanat pembina apel, kegiatan menjadi ruang untuk menyampaikan informasi kedinasan sekaligus mengingatkan pegawai agar tetap menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang terdampak asap karhutla.
Dengan kondisi asap yang masih perlu diwaspadai, pegawai diingatkan untuk tidak hanya menjaga kelancaran pekerjaan, tetapi juga memperhatikan kesehatan diri agar aktivitas pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.