Lewati ke konten utama
Logo kantor

Kemenag Barito Selatan

Portal layanan digital terpadu

Baca berita

Zakat Langsung ke Tangan Warga atau Lewat Amil? Begini Penjelasan Gamblang Kemenag Barsel

Zakat & Wakaf 04 Sep 2026 2 menit baca 11
Zakat Langsung ke Tangan Warga atau Lewat Amil? Begini Penjelasan Gamblang Kemenag Barsel
Foto utama: Zakat Langsung ke Tangan Warga atau Lewat Amil? Begini Penjelasan Gamblang Kemenag Barsel
Dengar Berita Siap diputar

Buntok (Humas) - Kebingungan tentang cara terbaik membayar zakat—apakah diberikan langsung ke tetangga atau disalurkan melalui badan resmi—kerap memicu perdebatan di tengah masyarakat. Menjawab dilema klasik ini, Ketua Forum Zakat (FOZ) Wildhan Dewayana, S.T., M.Si. memberikan pandangan lugas dalam bincang virtual NGOPI ZAWA (Ngobrol Pintar Zakat dan Wakaf) pada Jumat (4/9/2026).

Menurut Wildhan, memberikan bantuan dengan tangan sendiri memang sangat penting, terutama untuk menutupi kebutuhan mendesak di depan mata. Namun, ceritanya akan berbeda jika niat utamanya adalah membangun kesejahteraan umat secara luas dan berkelanjutan.

"Mekanisme kelembagaan menjadi sebuah kebutuhan, bukan sekadar pilihan," ujar Wildhan.

Pandangan senada datang dari Penyelenggara Zakat Wakaf Kemenag Barito Selatan (Barsel), H. Muhammad Sibawaihi. Usai mengikuti diskusi daring tersebut, ia menilai perdebatan di masyarakat sebenarnya bisa diubah menjadi bahan edukasi yang masuk akal dan terstruktur. Ia merangkum pesan dari bincang NGOPI ZAWA dengan sebuah perumpamaan sederhana yang mudah dicerna.

"Pesannya sangat jelas. Jika kita ingin menolong orang lapar hari ini, berikan langsung. Tapi jika kita ingin mengentaskan kemiskinan agar ia tidak kelaparan lagi tahun depan, salurkan lewat lembaga," tutur H. Sibawaihi.

Dua pilihan penyaluran ini sejatinya sama-sama benar dan tidak perlu diadu. Semua kembali pada target yang ingin dicapai oleh para pemberi zakat saat itu.

Bantuan langsung sangat pas digunakan sebagai langkah penyelamatan darurat. Misalnya, ketika ada tetangga yang jatuh sakit parah dan tidak bisa makan hari ini, atau tiba-tiba tertimpa musibah. Uang tunai atau sembako yang diberikan langsung bekerja sangat cepat untuk meringankan beban mereka sesaat.

Sebaliknya, jika tujuannya adalah pemberdayaan jangka panjang, lembaga profesional adalah jalur yang wajib dilalui. Dana yang terkumpul di lembaga resmi tidak sekadar dibagikan lalu habis, melainkan diputar menjadi modal usaha, beasiswa pendidikan, hingga program kesehatan berkelanjutan. Cara ini terbukti mampu mengubah nasib penerima bantuan (mustahik) menjadi sosok mandiri di masa depan.

Singkat kata, penyaluran langsung berbicara soal urusan perut hari ini, sementara penyaluran lewat lembaga hadir untuk memastikan mereka tidak lagi kelaparan di tahun-tahun berikutnya.

Icon Portal Kemenag

Akses lebih cepat

Baca berita lebih nyaman dari layar utama HP

Akses layanan, tracking, berita, dan pengaduan lebih cepat dari layar utama HP.

Berita lainnya

Bagikan

Sebarkan berita ini ke kanal pilihan.

Rating pembaca

0 rating masuk.

0.0

0 rating masuk

Reaksi Cepat

Apa kesan Anda?

Sekali klik

Komentar Pembaca

Tanggapan berita

0

Belum ada komentar yang tampil.

Tinggalkan Tanggapan

Komentar dan rating

Rating

Ringkasan

Info cepat berita.

Tanggal
04 Sep 2026
Kategori
Zakat & Wakaf
Durasi
2 menit
Unduh PDF

Publikasi

Kirim bahan berita kegiatan Anda

Pegawai dan unit kerja dapat mengirim bahan kegiatan untuk diproses Tim Humas.

Kirim berita


Terima kasih, bahan berita diterima.