Lewati ke konten utama
Logo kantor

Kemenag Barito Selatan

Portal layanan digital terpadu

Baca berita

Maulid Nabi 1448 H, MAN Barsel Perkuat Pembinaan Karakter melalui Keteladanan Rasul

Sosial Keagamaan 04 Sep 2026 3 menit baca 18
Maulid Nabi 1448 H, MAN Barsel Perkuat Pembinaan Karakter melalui Keteladanan Rasul
Foto utama: Maulid Nabi 1448 H, MAN Barsel Perkuat Pembinaan Karakter melalui Keteladanan Rasul
Dengar Berita Siap diputar

Buntok (Humas) Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Barito Selatan Plus Keterampilan tidak diarahkan sekadar menjadi agenda tahunan. Pesan yang ditekankan justru sederhana: mengenal Rasulullah harus berujung pada perubahan sikap dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan itu mengemuka dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang digelar keluarga besar MAN Barito Selatan Plus Keterampilan di Masjid Jami' Al-Mukarramah Hilir Sper, Kamis (3/9/2026).

Mengusung tema "Mencintai Rasulullah, Meneladani Akhlaknya, Merawat Indonesia" dengan tagline "Salawat untuk Negeri, Teladan Nabi untuk Indonesia", kegiatan tersebut diisi tausiah oleh Al Habib Alwi bin Hanafi Bahasyim.

Dalam tausiyahnya, Habib Alwi mengajak para siswa dan seluruh hadirin tidak berhenti pada ungkapan cinta kepada Rasulullah SAW, tetapi membuktikannya melalui akhlak dan perilaku sehari-hari.

Pesan tersebut sejalan dengan yang disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, H. Hairil Saleh Al Zainudin. Menurutnya, Maulid Nabi seharusnya menjadi momentum untuk mengevaluasi sejauh mana keteladanan Rasulullah telah diterapkan dalam kehidupan.

"Maulid Nabi jangan hanya kita jadikan kegiatan rutin setiap tahun, tetapi menjadi kesempatan untuk mengingat kembali akhlak Rasulullah dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari," ujar H. Hairil Saleh.

Ia menyebut keteladanan Rasulullah tidak selalu harus diwujudkan dalam hal-hal besar. Kejujuran, menghormati orang lain, menjaga hubungan baik, dan membangun kepedulian di tengah masyarakat merupakan bagian dari akhlak yang dapat langsung dipraktikkan.

"Yang paling penting adalah bagaimana nilai-nilai yang kita pelajari dari Rasulullah bisa terlihat dalam sikap dan perilaku kita sehari-hari," tambahnya.

Kepala MAN Barito Selatan, Hj. Siti Noor Aisyah, mengatakan pesan tersebut menjadi bagian penting dari pembinaan karakter siswa di madrasah.

Menurutnya, pendidikan keagamaan tidak cukup hanya membuat siswa mengetahui kisah dan ajaran Rasulullah. Nilai tersebut perlu diterjemahkan menjadi kebiasaan yang terlihat dalam keseharian, baik ketika berada di madrasah maupun di lingkungan masyarakat.

"Kami ingin kegiatan Maulid Nabi ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari pelatihan karakter siswa melalui keteladanan Rasulullah," kata Siti Noor Aisyah.

Ia mencontohkan nilai yang dapat dilatih siswa dalam keseharian, mulai dari berkata jujur, bersikap santun, disiplin menjalankan tanggung jawab, hingga peduli terhadap orang lain.

"Anak-anak perlu mengenal Rasulullah bukan hanya melalui kisahnya, tetapi juga belajar menerapkan sifat jujur, santun, disiplin, dan peduli kepada orang lain," ujarnya.

Bagi madrasah, pendekatan tersebut menjadi penting karena pembentukan karakter tidak selesai melalui satu kegiatan. Peringatan Maulid hanya menjadi pintu masuk untuk menghidupkan kembali nilai-nilai keteladanan dalam kebiasaan siswa.

Kegiatan Maulid Nabi tersebut merupakan salah satu program kerja Seksi Bidang 1 OSIM MAN Barito Selatan Plus Keterampilan yang bergerak pada pembinaan keimanan, ketakwaan, dan kehidupan beragama siswa.

Ketua Panitia, Nazmatul Fitria, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang bagi siswa untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah sekaligus mengenang perjuangan dan akhlak beliau.

"Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi murid untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan kecintaan terhadap ajaran dan sunnah Rasulullah SAW," ujar Nazmatul Fitria.

Ia menyampaikan pelaksanaan kegiatan didukung melalui dana BOS MAN Barito Selatan Plus Keterampilan serta melibatkan kerja sama panitia, guru pendamping, dan keluarga besar madrasah.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H itu pun menjadi pengingat bahwa nilai sebuah peringatan bukan hanya pada terselenggaranya kegiatan, melainkan pada apa yang dilakukan setelahnya.

Jika pesan tentang kejujuran, kesantunan, kedisiplinan, dan kepedulian benar-benar menjadi kebiasaan, maka Maulid Nabi tidak berhenti sebagai acara tahunan, tetapi menjadi bagian dari pendidikan karakter yang hidup di madrasah.

Icon Portal Kemenag

Akses lebih cepat

Baca berita lebih nyaman dari layar utama HP

Akses layanan, tracking, berita, dan pengaduan lebih cepat dari layar utama HP.

Berita lainnya

Bagikan

Sebarkan berita ini ke kanal pilihan.

Rating pembaca

0 rating masuk.

0.0

0 rating masuk

Reaksi Cepat

Apa kesan Anda?

Sekali klik

Komentar Pembaca

Tanggapan berita

0

Belum ada komentar yang tampil.

Tinggalkan Tanggapan

Komentar dan rating

Rating

Ringkasan

Info cepat berita.

Tanggal
04 Sep 2026
Kategori
Sosial Keagamaan
Durasi
3 menit
Unduh PDF

Publikasi

Kirim bahan berita kegiatan Anda

Pegawai dan unit kerja dapat mengirim bahan kegiatan untuk diproses Tim Humas.

Kirim berita


Terima kasih, bahan berita diterima.