Palangka Raya (Humas) - Program Wakaf Tunai Calon Pengantin (WTC) di Kalimantan Tengah sukses mengumpulkan dana lebih dari Rp 150 juta. Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Kalteng, H. Muhammad Yusi Abdhian, S.H.I., M.H.I., berpesan agar program nasional ini tidak menjadi beban tugas bagi para penghulu maupun Kepala KUA di lapangan.
Pesan tersebut disampaikan Kakanwil saat menghadiri pertemuan daring Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kalteng bersama seluruh KUA se-Kalimantan Tengah, Rabu (9/9/2026). Menurutnya, petugas KUA cukup menyisipkan narasi penyemangat bagi para calon pengantin yang datang mengurus pernikahan.
"Asumsi saya program mulia ini tidak merepotkan kawan-kawan penghulu. Cukup selipkan pesan penyemangat dengan tagline 'abadikan cintamu seabadi wakafmu'," kata Yusi yang juga menjabat sebagai Dewan Pertimbangan BWI Kalteng.
Ia berharap para petugas pencatat nikah termotivasi dan bisa meraih pahala, selaras dengan hadis nabi tentang keutamaan menunjukkan jalan kebaikan kepada orang lain (Man dalla ala khairin falahu mitslu ajri fa`ilihi). Ke depan, proses pendampingan serta evaluasi program WTC akan terus ditingkatkan agar hasilnya lebih memuaskan.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Perwakilan BWI Kalteng Prof. Dr. H. Abdul Helim, M.Ag., menyebut WTC sebagai terobosan yang membawa dampak nyata di lingkungan Kemenag. Ia merinci, total dana yang terkumpul se-Kalteng telah menyentuh angka Rp 150 juta lebih.
Helim turut membeberkan deretan KUA peraih peringkat tertinggi dalam pengumpulan WTC. Posisi puncak diraih oleh KUA Pangkalan Banteng (Kotawaringin Barat) dengan capaian Rp 65.248.582. Disusul KUA Arut Selatan (Kotawaringin Barat) sebesar Rp 15.314.448, dan KUA Pulau Petak (Kapuas) sebanyak Rp 9.454.700.
"Terima kasih banyak, semoga para petugas mendapat ganjaran setara dengan mereka yang berwakaf," ucap Helim mengapresiasi kinerja jajaran KUA.
Sementara itu, Kepala Bidang Bimas Islam Kanwil Kemenag Kalteng, H. Hamidhan, S.Ag., M.A., mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam penggunaan istilah. Ia meminta jajarannya menyesuaikan penyebutan kata wakaf dengan hukum agama maupun regulasi resmi. Tujuannya supaya masyarakat tidak rancu membedakan antara wakaf dan infak.
Hamidhan juga membuka ruang diskusi bagi para petugas terkait kendala di lapangan. "Saya berharap teman-teman di KUA bisa menceritakan kendala penghimpunan, sehingga kita bisa temukan jalan keluarnya bersama-sama," tuturnya.
Tembus Rp 150 Juta, Kakanwil Kalteng Puji Laju Wakaf Tunai Calon Pengantin
Akses lebih cepat
Baca berita lebih nyaman dari layar utama HP
Akses layanan, tracking, berita, dan pengaduan lebih cepat dari layar utama HP.
Redaksi
Informasi pengelola publikasi.
Rating pembaca
1 rating masuk.
5.0
1 rating masuk
Reaksi Cepat
Apa kesan Anda?
Komentar Pembaca
Tanggapan berita
Belum ada komentar yang tampil.
Berita lainnya
Publikasi terbaru yang bisa dibaca berikutnya.
Tingkatkan Literasi Wakaf Uang, PZW Kemenag Barsel Ikuti Sosialisasi CWLS SWR007
24 Sep 2026
Data dan Jaringan Jadi Kunci, Helpdesk TKA Barsel Ikuti Koordinasi Nasional Asesmen 2026
24 Sep 2026
Kasi Bimas Islam Kemenag Barsel, Percepat Sertifikasi Halal RPH
24 Sep 2026
Kabut Asap Belum Reda, Kakankemenag Barsel: Apel Tetap Jalan, Pekerjaan Jangan Ditunda
24 Sep 2026
Berita terkait
Bacaan yang masih satu konteks.
Tingkatkan Literasi Wakaf Uang, PZW Kemenag Barsel Ikuti Sosialisasi CWLS SWR007
Buntok (Humas) - Penyelenggara Zakat dan Wakaf (PZW) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, H. Muhammad Sibawaihi terus berupaya meningkatkan literasi dan kompetensi terkait pengelolaan wakaf produktif.
Siasati Area Susah Sinyal, H. Hapiji Gali Trik Lacak Koordinat Tanah Wakaf ke BPN Barsel
Buntok (Humas) - Susah sinyal internet saat mengukur dan melacak tanah wakaf di pelosok memang kerap bikin pusing tim di lapangan. Masalah klasik ini akhirnya terjawab tuntas setelah jajaran Penyelenggara Zakat dan Wa...
KUA Dusun Utara Siap Terbitkan Rekomendasi Nazir Wakaf, Tokoh Masyarakat Pendang Sepakat
Buntok (Humas) – Pengurusan legalitas tanah wakaf MIS Anugerah Pendang, Barito Selatan, masih berproses. Dokumen yang belum terbit adalah Surat Tanda Bukti Pendaftaran Nazir dari Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten...
Publikasi
Kirim bahan berita kegiatan Anda
Pegawai dan unit kerja dapat mengirim bahan kegiatan untuk diproses Tim Humas.
Kirim berita
Tembus Rp 150 Juta, Kakanwil Kalteng Puji Laju Wakaf Tunai Calon Pengantin
Tembus Rp 150 Juta, Kakanwil Kalteng Puji Laju Wakaf Tunai Calon Pengantin
Palangka Raya (Humas) - Program Wakaf Tunai Calon Pengantin (WTC) di Kalimantan Tengah sukses mengumpulkan dana lebih dari Rp 150 juta. Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Kalteng, H. Muhammad Yusi Abdhian, S.H.I., M.H.I., berpesan agar program nasional ini tidak menjadi beban tugas bagi para penghulu maupun Kepala KUA di lapangan.
Pesan tersebut disampaikan Kakanwil saat menghadiri pertemuan daring Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kalteng bersama seluruh KUA se-Kalimantan Tengah, Rabu (9/9/2026). Menurutnya, petugas KUA cukup menyisipkan narasi penyemangat bagi para calon pengantin yang datang mengurus pernikahan.
"Asumsi saya program mulia ini tidak merepotkan kawan-kawan penghulu. Cukup selipkan pesan penyemangat dengan tagline 'abadikan cintamu seabadi wakafmu'," kata Yusi yang juga menjabat sebagai Dewan Pertimbangan BWI Kalteng.
Ia berharap para petugas pencatat nikah termotivasi dan bisa meraih pahala, selaras dengan hadis nabi tentang keutamaan menunjukkan jalan kebaikan kepada orang lain (Man dalla ala khairin falahu mitslu ajri fa`ilihi). Ke depan, proses pendampingan serta evaluasi program WTC akan terus ditingkatkan agar hasilnya lebih memuaskan.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Perwakilan BWI Kalteng Prof. Dr. H. Abdul Helim, M.Ag., menyebut WTC sebagai terobosan yang membawa dampak nyata di lingkungan Kemenag. Ia merinci, total dana yang terkumpul se-Kalteng telah menyentuh angka Rp 150 juta lebih.
Helim turut membeberkan deretan KUA peraih peringkat tertinggi dalam pengumpulan WTC. Posisi puncak diraih oleh KUA Pangkalan Banteng (Kotawaringin Barat) dengan capaian Rp 65.248.582. Disusul KUA Arut Selatan (Kotawaringin Barat) sebesar Rp 15.314.448, dan KUA Pulau Petak (Kapuas) sebanyak Rp 9.454.700.
"Terima kasih banyak, semoga para petugas mendapat ganjaran setara dengan mereka yang berwakaf," ucap Helim mengapresiasi kinerja jajaran KUA.
Sementara itu, Kepala Bidang Bimas Islam Kanwil Kemenag Kalteng, H. Hamidhan, S.Ag., M.A., mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam penggunaan istilah. Ia meminta jajarannya menyesuaikan penyebutan kata wakaf dengan hukum agama maupun regulasi resmi. Tujuannya supaya masyarakat tidak rancu membedakan antara wakaf dan infak.
Hamidhan juga membuka ruang diskusi bagi para petugas terkait kendala di lapangan. "Saya berharap teman-teman di KUA bisa menceritakan kendala penghimpunan, sehingga kita bisa temukan jalan keluarnya bersama-sama," tuturnya.
Akses lebih cepat
Baca berita lebih nyaman dari layar utama HP
Akses layanan, tracking, berita, dan pengaduan lebih cepat dari layar utama HP.
Redaksi
Reaksi Cepat
Apa kesan Anda setelah membaca?
Komentar Pembaca
Tanggapan untuk berita ini
Berita Terkait
Baca kabar lainnya
24 Sep 2026
Tingkatkan Literasi Wakaf Uang, PZW Kemenag Barsel Ikuti Sosialisasi CWLS SWR007
Buntok (Humas) - Penyelenggara Zakat dan Wakaf (PZW) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, H. Muhammad Sibawaihi terus berupaya meningkatkan literasi dan kompetensi terkait pengelolaan wakaf produktif.
16 Sep 2026
Siasati Area Susah Sinyal, H. Hapiji Gali Trik Lacak Koordinat Tanah Wakaf ke BPN Barsel
Buntok (Humas) - Susah sinyal internet saat mengukur dan melacak tanah wakaf di pelosok memang kerap bikin pusing tim di lapangan. Masalah klasik ini akhirnya terjawab tuntas setelah jajaran Penyelenggara Zakat dan Wa...
16 Sep 2026
KUA Dusun Utara Siap Terbitkan Rekomendasi Nazir Wakaf, Tokoh Masyarakat Pendang Sepakat
Buntok (Humas) – Pengurusan legalitas tanah wakaf MIS Anugerah Pendang, Barito Selatan, masih berproses. Dokumen yang belum terbit adalah Surat Tanda Bukti Pendaftaran Nazir dari Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten...