Buntok (Humas) Program Green Dharma dari Ditjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI terus digerakkan di Kabupaten Barito Selatan lewat aksi penanaman pohon di rumah ibadah dan sejumlah titik lingkungan. Program ini diarahkan untuk membangun kesadaran menjaga lingkungan dari ruang keagamaan yang dekat dengan masyarakat.
Penyuluh Agama Hindu, Miyah mengatakan penanaman pohon menjadi langkah sederhana yang punya dampak langsung bagi lingkungan, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan berkurangnya ruang hijau.
"Kalau rumah ibadah mulai hijau, masyarakat juga ikut merasakan manfaatnya. Udara lebih sejuk, lingkungan lebih nyaman dan kesadaran menjaga alam bisa tumbuh bersama," kata Miyah.
Ia menyebut penguatan ekoteologi tidak cukup hanya disampaikan lewat ceramah, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata yang bisa dilihat dan diikuti masyarakat.
"Gerakan seperti ini diharapkan menular. Minimal masyarakat mulai terbiasa menjaga lingkungan di sekitar tempat tinggal dan rumah ibadah," ujarnya.
Ketua Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan (MD-AHK), Perlimula menilai isu lingkungan kini menjadi tantangan bersama yang perlu dijawab lewat gerakan kolektif, termasuk oleh umat beragama.
"Kerusakan lingkungan dampaknya dirasakan semua orang. Karena itu kepedulian terhadap alam harus dimulai dari sekarang, bukan nanti," katanya.
Menurutnya, rumah ibadah memiliki posisi strategis untuk membangun kebiasaan positif karena menjadi tempat berkumpul dan pembinaan umat.
"Kalau kesadaran menjaga lingkungan tumbuh dari rumah ibadah, pengaruhnya bisa sampai ke keluarga dan masyarakat sekitar," ucapnya.
Kegiatan tersebut turut diikuti Ketua MK-AHK Buntok Kota, Miadi, Penyuluh Agama Hindu Nurhati serta sejumlah ASN Bimas Hindu. Penanaman pohon dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap Program Green Dharma dan penguatan ekoteologi di lingkungan keagamaan.